Senyum Putri Candrawathi di Balik Masker saat Ajudan Daden Ditanya Disuapi Kue

Merdeka.com - Merdeka.com - Senyum Putri Candrawathi terlihat samar di balik masker yang menutupi sebagian wajahnya. Momen itu tertangkap kamera saat hakim menanyakan kepada saksi ajudan Ferdy Sambo, Daden Miftahul Haq soal peristiwa ulang tahun pernikahan bosnya di Magelang, Jawa Tengah.

Daden menggambarkan suasana antara Ferdy Sambo, Putri Candrawathi begitu akrab, hangat dengan para ajudan berikut asisten rumah tangga, termasuk Susi. Momen itu terjadi pada 6 Juli 2022 di Magelang atau dua hari sebelum Brigadir J dieksekusi.

Suasana itu digambarkan Daden, berawal dari dirinya yang diajak Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J untuk mengambil kue dan tumpeng pada malam hari sebelum perayaan Anniversary.

"Kita bawa kue dan tumpeng, kita kembali ke rumah cempaka, tapi tidak langsung turun. Atas petunjuk almarhum nanti pukul 00.00 Wib baru keluar untuk anniversary pernikahan," kata Daden saat bersaksi di sidang untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jakarta Selatan, Selasa (8/11).

Setelah itu kue diturunkan dari mobil dengan dibantu Ricky Rizal alias Bripka RR untuk ditaruh di meja makan, sementara untuk tumpeng dibawa oleh Brigadir J dan Richard Eliezer alias Bharada E.

"Pukul 00.01 Wib baru kita keluarkan kue dan tumpeng. Acara malam itu bapak atau ibu memimpin doa di ruang makan itu ada saya, Yosua, Richard, Kuat, kemudian ada Susi juga, kita acara mengelilingi tempat makan itu," ujarnya.

"Pada saat saudara datang, FS dan PC udah tidur?" tanya Hakim Ketua Wahyu Iman Santosa.

"Belum tidur," jawab Daden.

"Kedatangan kalian sudah dinanti?" tanya kembali Hakim.

"Seingat saya waktu itu ada tamu bapak atau ibu sedang ngobrol, jadi kami menunggu di mobil. Yang lain tidak diberi tahu, hanya saya dan almarhum Yosua saja," kata Daden.

Daden mengatakan jika perayaan Anniversary Pernikahan, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ini telah direncanakan sebelumnya. Dengan dihadiri seluruh ajudan serta beberapa anggota keluarga.

"Dari doa kemudian makan-makan, kalau ADC sama ARR kita baru selesai jam 2 hari dini hari. Kalau Ibu atau Bapak kemudian tamu itu pulang bapak ibu naik untuk istirahat. Ketika acara selesai Susi membereskan. Kita istirahat," terangnya.

Lantas Hakim Wahyu Iman Santosa menggali keterangan untuk apa saja acara yang terjadi selama acara yang kurang lebih berlangsung selama dua jam. Lalu dijawab Daden bahwa selama acara itu berlangsung dengan suasana riang gembira.

"Seperti suasana sebelumnya, kami anggap itu suasana ria. Ada saudara dengan Ricky atau semacam," ujar Daden.

"Saudara terdakwa memberi hadiah?" tanya hakim.

"Untuk malam itu hanya kue, ibu-bapak memotong kue dan tumpeng, disuapin satu per satu (ajudan)," kata Daden.

Daden menceritakan jika baik Ferdy Sambo maupun Putri Candrawathi ternyata sempat menyuapi makanan kue dan tumpeng kepada seluruh ajudan yang hadir, termasuk Brigadir J.

"Untuk kue itu bapak. Yang pertama itu kalau tidak salah Bang Ricky, yang pertama pasti senior, kalau urutan saya tidak ingat," jawabnya.

"Saudara yang keberapa? atau jangan-jangan saudara enggak disuapi," tanya kembali hakim.

Pertanyaan hakim itulah yang membuat Putri Candrawathi tersenyum.

"Terakhir kalau tidak salah," kata Daden.

"Kalau saudara Putri?" ujar hakim.

"Itu nasi tumpeng," jawab kembali Daden.

"Siapa yang disuapin?" cecar hakim.

"Semuanya (seluruh ajudan Ferdy Sambo)," terang Daden. [rhm]