Senyuman Ibu, Sumber Ketenangan Batin Seisi Rumah selama WFH

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Selalu ada cerita di balik setiap senyuman, terutama senyuman seorang ibu. Dalam hidup, kita pasti punya cerita yang berkesan tentang ibu kita tercinta. Bagi yang saat ini sudah menjadi ibu, kita pun punya pengalaman tersendiri terkait senyuman yang kita berikan untuk orang-orang tersayang kita. Menceritakan sosok ibu selalu menghadirkan sesuatu yang istimewa di hati kita bersama. Seperti tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba Cerita Senyum Ibu berikut ini.

***

Oleh: Lavenia

Seiring dengan bertambahnya usia, kita sering kali terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan setiap harinya hingga lupa untuk mengistirahatkan batin. Stres menjadi mudah menyinggahi jiwa karena terlalu lelah. Biasanya kita akan mencari hiburan untuk menghilangkan stres, seperti berlibur, menonton film, karaoke, dan sebagainya. Namun, kesenangan tersebut tidaklah bertahan lama. Beberapa hari setelahnya, kita akan kembali merasa lelah batin dihadapkan oleh pekerjaan yang melelahkan.

Di masa pandemi seperti saat ini, membuat banyak dari kita menjadi tersadar bahwa sumber dari ketenangan dan kebahagiaan kita sebenarnya bukan berasal dari hal-hal duniawi seperti yang disebutkan di atas. Kegiatan work from home telah membuka mata hati kita bahwa asal muasal dari ketenangan diri adalah orang-orang yang kita cintai, yang senantiasa menyemangati kita setiap saat di rumah, baik itu ibu, ayah, kakak, maupun adik. Hidup di antara orang-orang yang tulus mencintai kita, membuat kita mampu menjalani hari-hari dengan rasa penuh semangat. Tak dapat dipungkiri, semenjak work from home juga, ada lebih banyak senyuman yang terukir dari bibir ini. Alasannya sederhana, karena banyak energi positif yang mengelilingi diri ini.

Terima Kasih Ibu

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Chakkaphong+Nutalay
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Chakkaphong+Nutalay

Namun, di antara semua energi positif yang terpancar di dalam rumah, ada sebuah sumber utama yang menjadi alasan seisi rumah merasakan kenyamanan. Siapakah sumber tersebut? Jawabannya adalah ibu. Berkat ketulusan hati ibu yang tiada tara, seisi rumah menjadi betah berlama-lama di rumah.

Mengapa harus ibu? Menurutku, tonggak utama kehangatan di dalam rumah memanglah ibu. Ketika ayah sedang lelah seusai kerja dan enggan mendengarkan keluh kesah anak-anaknya, maka ibulah yang siap menjadi telinga bagi anak-anaknya untuk berbagi cerita. Ibu juga yang paling bisa membuat suasana di rumah menjadi lebih hidup, baik itu karena masakannya yang lezat, guyonannya yang super kocak, dan nasihatnya yang amat meneduhkan hati.

Tidak ada cinta lain yang mampu menggantikan cinta seorang ibu. Karena hadirnya seorang ibu, kami jadi lebih sering tersenyum. Ibu juga yang paling sabar menghadapi kerasnya hati anaknya ini. Bukannya marah, ibu justru tersenyum sembari menasihati kami dengan lembut. Ibu juga sosok nomor satu yang sigap merawat kami ketika jatuh sakit. Bisa dikatakan bahwa ibulah yang selalu mengutamakan kebahagiaan kami seisi rumah. Sungguh, hati seorang ibu memang begitu mulia. Semoga senyum ibu akan terus ada dan menghiasi hari kami ya, Bu.

Teruntuk ibu di seluruh penjuru dunia, terima kasih karena telah memberikan kami suatu keteduhan jiwa yang tidak terdefinisikan. Semoga ibu selalu dilimpahi kesehatan dan kebahagiaan oleh Yang Maha Kuasa. Salam cinta dari kami, anak-anakmu.

#ChangeMaker