Seorang bocah meninggal dunia diseret banjir di Subulussalam Aceh

Seorang bocah laki-laki berusia empat tahun dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, menurut Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

Kepala Pelaksana BPBA Ilyas di Banda Aceh, Kamis, mengatakan korban jiwa bernama Argan, yang merupakan warga Desa Siperkas, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.

"Korban tenggelam saat main dan mandi-mandi depan rumahnya," kata Ilyas.

Ia menjelaskan banjir di Kota Subulussalam mulai terjadi sejak Senin (31/10) lalu, kemudian banjir terus berulang dalam tiga hari terakhir akibat curah hujan tinggi. Argan dilaporkan tenggelam pada Rabu (2/10) kemarin.

Baca juga: Banjir di Subulussalam Aceh mulai surut

Baca juga: Tiga kecamatan di Subulussalam Aceh terendam banjir

Hingga kini, BPBA mencatat data sementara ada tiga kecamatan yang terendam banjir di antaranya Kecamatan Sultan Daulat sebanyak tiga desa, Kecamatan Rundeng sebanyak 13 desa, dan Kecamatan Longkip sebanyak tiga desa.

"Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Subulussalam serta meluap air sungai Lae Souraya mengakibatkan terjadinya banjir dan menggenangi ruas jalan dan rumah-rumah warga," katanya.

Data sementara korban terdampak sebanyak 1.628 kepala keluarga (KK). Sementara jumlah warga yang terdampak masih dalam pendataan petugas BPBD Kota Subulussalam.

BPBD Kota Subulussalam terus berkoordinasi dengan pihak terkait, dan terus siaga sekaligus memonitor lokasi kejadian.

Kondisi terakhir, lanjut dia, debit air di sejumlah lokasi telah berangsur surut, namun juga masih terdapat beberapa lokasi yang masih tergenang.

"Di Kecamatan Rundeng air masih menggenangi rumah warga, beberapa ruas jalan antar desa juga masih belum bisa dilalui akibat genangan air, ketinggian rata-rata antara 50-80 centimeter," katanya.*

Baca juga: Transportasi darat Aceh Selatan- Subulussalam lumpuh diterjang banjir

Baca juga: Banjir genangi 9 desa di Subulussalam Aceh