Seorang Ditetapkan Tersangka, tapi Bukan Anggota Jakmania

Agus Rahmat, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya, menetapkan satu orang jadi tersangka terkait konvoi The Jakmania, sebutan untuk soperter Persija Jakarta, yang merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka usai menjadi juara Piala Menpora 2021.

Persija menjadi juara setelah di final mengalahkan Persib Bandung di Stadion Manahan Solo pada Minggu 25 April 2021 dengan skor 2-1. Pada putaran pertama, Persija menang dengan skor 2-0. Usai menjadi juara pada Minggu malam, sejumlah suporter melakukan konvoi memenuhi jalan protokol hingga ke Bundaran HI, pada Minggu malam tersebut.

"Ada empat yang dilakukan pemeriksaan. Empat saksi awal pemilik akun yang mengajak. Dari empat ini kemudian mengerucut ke satu kemarin dilakukan pemeriksaan ini sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 30 April 2021.

Baca juga: Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Blessmiyanda Mau Lapor Polisi

Satu orang yang jadi tersangka itu adalah pria berinisial BR. Dia merupakan pemilik akun media sosial di Facebook, yang salah satu postingannya mengajak Jakmania merayakan kemenangan Persija. Ajakan tersebut diyakini membuat suporter Persija berkumpul hingga kerumunan tidak terelakkan.

Namun, Yusri menegaskan kalau BR bukan anggota Jakmania apalagi bagian dari Persija. BR ternyata cuma simpatisan saja. Dia disebut tidak terdaftar sebagai anggota Jakmania.

"BR Ini sekarang masih kami dalami sebagai tersangka karena memang ada indiksi dia yang mengajak melalui media sosial," katanya.

Konvoi yang berakhir dengan kerumunan massa di Bundaran Hotel Indonesia itu, menuai banyak kritik. Karena suporter dianggap melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan pandemi COVID-19.

Sebagai informasi, sebanyak 65 orang suporter Persija akhirnya ditangkap oleh Polda Metro Jaya ketika itu. Mereka langsung diperiksa untuk dicari tahu apakah ada yang menggerakkan.

Para suporter yang ditangkap tersebut juga langsung dites COVID-19 dan dinyatakan negatif. Meski begitu, kepolisian mengindikasikan bakal terus mendalami masalah ini agar tak terulang di masa depan ketika kompetisi telah dimulai.