Seorang Dokter di Bulukumba Meninggal Usai Mendapatkan Vaksin Dosis Ketiga

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Source: Pexels/Artem Podres)

Liputan6.com, Bulukumba - Seorang dokter bernama Andi Yuswardani Makmur, meninggal dunia pada Minggu (22/8/2021). Dokter itu meninggal dunia di rumahnya di Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba setelah mendapatkan vaksin dosis ketiga.

Berdasarkan data yang diterima Liputan6.com, dr Andi Yuswardani Makmur langsung pulang ke rumahnya untuk beraktivitas sebagai ibu rumah tangga setelah disuntikkan vaksin moderna. Setelah mencuci pakaian dan berbincang dengan keluarganya di rumah, dia pun langsung merasa tidak enak badan hingga terjatuh dan kemudian meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Pemerinah Provinsi Sulawesi Selatan, dr Ichsan Mustari memebenarkan ihwal meninggalnya dokter spesialis jiwa itu. Menurut dia saat ini tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba dan Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel tengah melakukan investigasi.

"Saya kira saat ini tim KIPI melakukan investigasi tentu, karena begitu memang prosedurnya kalau ada dugaan itu tim KIPI Kabupaten dan KIPI Provinsi melakukan investigasi," ujar Ichsan, Rabu (25/8/2021).

Ichsan menuturkan bahwa investigasi itu dilakukan untuk memastikan apakah dr Andi Yuswardani Makmur benar meninggal dunia setelah mendapatkan vaksin moderna sebagai vaksinasi tahap ketiga. Selain itu tim investigasi juga akan mencari tahu apakah betul dokter yang bekerja di RSUD Sulthan Daeng Raja Bulukumba itu meninggal karena efek dari vaskinasi yang diterimanya.

"Artinya kita kan mesti cari dulu, investigasi. Sejak awal vaksinasi, telah dibentuk tim kejadian awal. Rekomendasi-rekomendasi akan diberikan karena kita tahu sendiri vaksinasi Covid kan vaksinasi pertama kali, tentu juga kejadian yang seperti itu tetap menjadi analisis tim melihatnya," terang dia.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel