Seorang Ibu Temukan Anaknya Gantung Diri di Dapur Rumah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tarakan - Seorang pria berinisial AL (23) warga di Kelurahan Sebengkok, Kota Tarakan, Kalimatan Utara ditemukan tewas gantung diri dengan leher terikat seutas tali. Jenazah korban ditemukan oleh ibunya di ruang dapur, sekira pukul 18.30 Wita, Selasa (23/2/2021).

Rina Yulianti, saudara angkat korban menuturkan, sesaat sebelum kejadian dia masih sempat melihat adiknya yang baru saja pulang bersama seorang temannya.

"Sempat main-main ketawa sama mama. Habis itu, tidak lama mama ke dapur begitu buka pintu dapur langsung lompat keluar menangis, teriak-teriak panggil saya adikmu mbak, adikmu mbak,” ujarnya.

Kemudian ibu korban, Hasanah, langsung lari memanggil Rina untuk memberitahu apa yang dilihatnya. Betapa terkejutnya, mereka melihat korban dalam kondisi tergantung pada seutas tali yang terikat di sebuah balok peyangga tiang dapur. Sontak, tetangga pun langsung berdatangan ke rumah korban.

"Tetangga langsung banyak yang datang kesini, saya sempat dengar ada tetangga yang lihat itu masih gerak tapi ternyata sudah meninggal dunia," kata Rina.

AL merupakan anak pertama dari empat bersaudara dan belum menikah. Kesehariannya korban diketahui merupakan sosok yang pendiam. Namun, senang bermain dengan anak-anak.

"Setiap hari saya disini sampai anak saya itu dekat betul sama dia. Kemarin, mama sempat bilang ke anak saya kalau pamannya itu sakit tapi saya juga tidak tanya sakit apa cuma memang tadi saya lihat dia jalan,” tambah Rina.

Sumardi selaku Ketua RT 32, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah mengatakan, saat ditemukan jarak korban tergantung dengan kursi didekatnya sekitar 15 cm.

"Tubuh korban sudah terbujur kaku, saya sempat memeriksa denyut nadinya tapi sudah tidak terasa. Tidak tahu juga penyebab kematiannya," ungkapnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tarakan, Iptu Muhammad Aldi saat dihubungi mengatakan pihaknya belum mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun akan mendalami terkait motif korban bunuh diri.

"Saya belum datang ke TKP, nanti akan kita dalami untuk motifnya. Dari pihak keluarga memang tidak mau korban di otopsi, tapi di upayakan melaksanakan visum itu wajib," kata Aldi.

Simak juga video pilihan berikut