Seorang Jemaah Haji Asal Lamongan Meninggal karena Gangguan Irama Jantung

Merdeka.com - Merdeka.com - Kabar duka kembali datang dari jemaah haji Indonesia yang berada di Madinah, Arab Saudi. Jemaah haji perempuan bernama Bawuk binti Karso (58) meninggal dunia pada Senin (13/6) pagi waktu setempat.

"Jemaah dari Lamongan, embarkasi SUB 004," kata Dokter Spesialis Jantung Klinik Kesehatan Haji Indonesia, Muhaimin Manizu Hawi kepada Media Center Haji di Madinah, Selasa (13/6).

Dokter Muhaimin mengatakan, jemaah tersebut awalnya diantarkan petugas kloter pada tanggal 11 Juni ke IGD KKHI pada pukul 19.21 waktu Saudi. Saat itu, kondisi Bawuk sedang sesak napas berat, batuk berdahak dan demam.

"Kemudian diperiksa secara khusus dan sempat didiagnosis infeksi paru," tuturnya.

Tetapi beberapa saat kemudian, jemaah itu mengalami perburukan. Saat kembali dilakukan pengecekan, ternyata Bawuk mengalami gangguan irama jantung berat.

Sempat Stabil

Serangkaian penanganan kesehatan dilakukan. Pasien sempat membaik hingga tadi pagi. Bahkan bisa berkomunikasi, ibadah juga sarapan pagi. Tetapi beberapa saat kemudian tepatnya pukul 08.45 pagi, tiba-tiba jemaah tersebut tidak sadarkan diri.

"Petugas kesehatan kemudian datang terlibat memberikan pertolongan lebih kurang satu jam. Tepat pukul 09.45 jemaah tersebut meninggal dunia," jelas dia

"Jadi pemicu jantungnya bisa jadi karena kelelahan," tutup Muhaimin.

Ditambahkan Kepala Daerah Kerja Madinah, Amin Handoyo, Certificate of Death (CoD) sertifikat kematian atas nama Bawuk sudah keluar. Jenazah dimakamkan di Pemakaman Uhud.

"Sudah ada (CoD), tadi baru diurus proses pemakamannya. Pemakaman di pemakaman Uhud," kata Amin saat dikonfirmasi.

Jemaah Diminta Selalu Jaga Kesehatan

Terpisah, Kasie Kesehatan Daker Madinah, dr. Rahmat Kurniadi mengatakan, jemaah harus peduli dengan kesehatannya. Apalagi, cuaca Saudi sedang panas terik.

"Jemaah jangan sampai haus, minum air yang diberikan elektrolit. Jangan sampai kelelahan, harus istirahat jangan dipaksakan," imbau Rahmat.

Dia juga menyarankan jemaah yang punya sakit komorbid membawa obat-obatan yang sudah diresepkan dokter saat berada di Tanah Air.

"Yang punya sakit bawaan, tolong obatnya diminum secara rutin," pungkasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel