Seorang Lagi Mafia Tanah yang Sasar Ibunda Dino Patti Djalal Ditangkap

Mohammad Arief Hidayat, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya kembali menangkap tersangka pelaku mafia tanah yang menyasar ibunda mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, pada Selasa, 16 Februari 2021, mengatakan pelaku yang ditangkap berjumlah satu orang pada dini hari tadi.

Pelaku yang diringkus adalah terkait laporan pada April 2020 atas kasus tanah di Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sayangnya, polisi belum membeberkan identitas tersangka.

Baca: Ini Masalah yang Bisa Timbul Jika Sertifikat Tanah Elektronik

Dino Patti Djalal, yang juga mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, mengungkap kasus pencurian sertifikat rumah keluarganya belum lama ini. Dino mengatakan pencurian sertifikat rumah sangat terencana dan sistematis.

Melalui akun Twitter pribadinya, Dino berbagi cerita soal aksi penjarahan oleh para komplotan pencuri sertifikat rumah milik ibunya di kawasan Antasari, Jakarta Selatan. Sertifikat dicuri dan tiba-tiba beralih kepemilikan.

"Tahu2 sertifikat rumah milik Ibu saya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada AJB, tidak ada transaksi, bahkan tidak ada pertemuan apa pun dgn Ibu saya," tulis Dino melalui akun twitter pribadinya, Selasa malam, 9 Februari 2021.

Dia menyebut modus komplotan pencuri sertifikat rumah itu adalah mengincar target, membuat KTP palsu, berkolusi dengan broker hitam dan notaris bodong, memasang figur-figur mirip foto di KTP yang dibayar untuk berperan sebagai pemilik KTP palsu. "Komplotan ini sudah secara terencana menargetkan sejumlah rumah ibu saya yang sudah tua," ujarnya.

Dino mengakui kini polisi sudah bergerak mengusut kasus itu dan segera menangkap para pelaku. Ia mengklaim aktor intelektual komplotan pencuri sertifikat rumah keluarganya sudah bisa diidentifikasi. Ia berencana mengungkap siapa aktor kejahatan ini pada saatnya nanti.

"Pada waktunya nanti akan saya sebarkan foto+ nama mrk. Sy yakin respon awal pimpinan komplotan ini nantinya adalah MENCOBA menyogok aparat keamanan agar bebas dr hukum. Jangan sampai!," katanya.