Seorang Lagi Pencuri Besi Kereta Cepat Ditangkap, 3 Lainnya Masih Buron

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Unit Reskrim Polsek Makasar kembali meringkus satu orang pencuri besi milik PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Kini, ada enam orang dari komplotan tersebut yang telah dijebloskan ke bui.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan menerangkan, salah seorang pelaku yang ditangkap berinisial AP (24). Erwin menyebut, dia bersama-sama tersangka lain ikut serta memindahkan besi-besi ke atas mobil pick up.

"Ada satu orang, inisial AP 24 tahun, dia pemetik. Jadi totalnya ada enam (yang sudah ditangkap)," kata Erwin saat dihubungi awak media, Senin (15/11/2021).

Erwin menerangkan, pihaknya terus memburu pelaku lain yang masih berkeliaran. Ada tiga orang lagi yang masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Ada 3 lagi (DPO). Sudah (kami kantongi identitas)," ujar dia.

Sebelumnya, sebanyak 118.081 kilogram besi milik PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) raib. Besi itu diperuntukkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Ada lima orang yang diduga sebagai pencurinya ditangkap Unit Reskrim Polsek Makasar, Jakti. Mereka adalah SA (24), SU (24), AR (30), MLR (24), DY (46).

"Total inventaris barang yang hilang seberat 118.081 kilogram. Kalau dirupiahkan mencapai Rp 1 miliar," kata Kapolsek Makasar Kompol T.F Hutagaol, ketika dihubungi, Senin (8/11/2021).

Sempat Kepergok Sekuriti

Kanit Reskrim Iptu Moch Zen menerangkan, sekurit dari PT mempergoki komplotan itu saat beraksi di Proyek KCIC HSR/ Rocket Box Tanah Galian Cipinang Bali, Jalan Jawa Tengah, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur pada Sabtu, 30 Oktober 2021.

"Sekuriti melihat potongan besi ada di deket pagar dan pagar proyek dalam keadaan terbuka," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (8/11/2021).

Zen menerangkan, pelaku terlihat sedang menaikkan besi-besi baja ke atas mobil pickup. Kala itu, ia bersama teman berusaha mengagalkan aksi para pelaku. Namun, tak berhasil.

"Para pelaku melarikan diri bersama dengan pickup berisi besi," ujar dia.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pencurian terjadi sejak Juli sampai bulan Oktober 2021. Adapun, barang tersebut sangat dibutuhkan untuk pengerjaan proyek kereta cepat.

"Tercatat kerugian hampir Rp 1 miliar," ucap dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel