Seorang Pekerja Proyek Hotel Berbintang di Gunungkidul Positif Covid-19 Usai Mudik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Gunungkidul - Salah seorang pekerja proyek pembangunan hotel berbintang di Gunungkidul dinyatakan positif Covid-19. Saat ini, pekerja itu telah menjalani karantina atau perawatan di RSUD Saptosari.

Kepala Puskesmas Playen I, dr Jolanda menuturkan, seorang pekerja proyek pembangunan hotel berbintang di Playen ini diketahui positif Covid-19 ketika tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kapanewon Playen melakukan rapid test antigen terhadap para pendatang pada masa pelarangan mudik. Tes cepat tersebut sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19.

"Kita melakukan rapid test untuk para pendatang yang baru saja mudik. Itu screening awal," ujar Jolanda ketika dikonfirmasi Selasa (25/5/2021) malam.

Jolanda menceritakan, pekerja proyek pembangunan hotel berbintang di wilayahnya itu ada 10 orang yang mengikuti rapid test antigen. Namun, yang dinyatakan positif Covid-19, hanya ada satu orang.

Penularan Covid-19 di lingkungan pekerja konstruksi pembangunan hotel itu belum bisa dikatakan sebagai klaster. Karena yang terpapar baru 1 orang dan itupun bukan dari warga setempat, melainkan pendatang yang bekerja di wilayah mereka.

"Itu warga luar yang bekerja di sini untuk sementara waktu," tambahnya.

Panewu Playen, Setyawan mengatakan, sebagai bahan antisipasi penularan Covid-19, diberlakukan screening awal terhadap warga yang baru saja mudik dan kembali ke Playen, termasuk pekerja pembangunan hotel berbintang yang berada di Kalurahan Logandeng itu.

"Pekerja itu baru saja ke kampung halamannya di Jawa Tengah," terangnya.

Setyawan menandaskan, semua warga termasuk juga para pekerja yang masuk kategori pendatang baru tersebut tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang tepat. Pasalnya, kasus Covid-19 belum menunjukkan penurunan sehingga upaya preventif harus terus disampaikan kepada masyarakat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, status pekerja tersebut masih calon pekerja. Pekerja itu belum kontak langsung dengan pekerja lainnya.

"Jadi kami langsung melakukan penelusuran, dan ternyata masih calon pekerja yang diskrining sebelum bekerja, sehingga proyek pembangunan masih bisa berjalan," Dewi memungkasi.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel