Seorang pemain rugby internasional Australia mengaku gay

·Bacaan 2 menit

Sydney (AFP) - Mantan pemain sayap tim nasional Dan Palmer memperoleh pujian pada Jumat setelah menjadi pemain Wallabies pertama yang mengaku sebagai gay, sebuah keputusan yang sebagian didorong oleh komentar homofobik oleh bintang rubgy yang telah dipecat, Israel Folau.

Pemain berusia 32 tahun itu bermain untuk NSW Waratahs dan ACT Brumbies di Super Rugby dan juga pernah bermain untuk klub Prancis Grenoble. Ia bermain untuk Australia pada 2012 saat melawan Skotlandia.

Palmer gantung sepatu pada tahun 2015 dan dalam kolom untuk Sydney Morning Herald Jumat iamengungkapkan perjuangan yang dia hadapi sepanjang karirnya, termasuk memikirkan bunuh diri.

"Saya terjebak dalam narasi yang salah dan tidak bisa melihat jalan keluar," katanya. Ia menjadi pemain internasional kedua yang secara terbuka mengakui bahwa dia gay setelah mantan kapten Wales Gareth Thomas, yang keluar pada 2009.

"Hampir setiap malam, saya menangis sampai tertidur dan secara rutin membuat diri saya mati rasa dengan campuran opioid yang berat," tulisnya.

"Saya berfantasi tentang menghilang, mengubah nama saya dan memulai hidup saya dari awal lagi," tambahnya. "Tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa kematian saya sendiri lebih disukai daripada siapa pun yang mengetahui bahwa saya gay."

Terlepas dari pikiran-ikiran buruknya, Palmer mengatakan dia menikmati waktunya di Waratahs and Brumbies dan tidak pernah merasa didiskriminasi, bersikeras bahwa "pertempuran saya terutama dengan diri saya sendiri".

Meskipun merasa tidak bisa mengungkapkan kepada publik pada saat itu, dia mengatakan komentar eksplosif Folau tahun lalu bahwa "neraka menunggu" orang gay dan dampak selanjutnya mendorongnya untuk bertindak.

"Meskipun itu bukan dorongan utama saya melakukan ini, semakin lama saga Folau berlarut-larut, semakin saya merasa bertanggung jawab untuk mengatakan sesuatu," katanya.

"Bagi saya, yang lebih penting daripada kerusakan yang dia timbulkan pada rugby adalah dampak mendalam yang tidak diragukan lagi dia berikan pada anak-anak yang mengaguminya, dan yang berjuang setiap hari untuk memahami seksualitas mereka."

"Untungnya, dari pengalaman saya di rugby, pandangan seperti Israel adalah pengecualian, bukan pandangan umum."

Folau, pencetak gol rekor Super Rugby yang bermain 73 kali untuk Wallabies, dipecat oleh Rugby Australia dan NSW Rugby setelah komentarnya dalam sebuah langkah yang terbukti sangat memecah belah.

Dia sekarang bermain di Prancis setelah menyelesaikan gugatan jutaan dolar atas pemecatannya.

"Saya merasa sangat bahagia untuk Dan, saya tahu Dan, dia pria hebat, Wallaby hebat, pemain rugby hebat dan sekarang pelatih," kata kapten Wallabies saat ini Michael Hooper, merujuk pada peran Palmer sebagai pelatih bersama Brumbies.

"Saya berharap yang terbaik untuknya, itu adalah kolom yang kuat."

Mantan pemain Wallaby lain,David Pocock, seorang juru kampanye setia untuk kesetaraan pernikahan, juga memberikan pujian. Ia menyebut Palmer "salah satu pria terbaik yang saya kenal dan bermain bersama dalam rugby".

"Saya percaya olahraga adalah sarana terbaik guna menantang masyarakat untuk menjadi lebih inklusif. Sebuah pengingat yang baik tentang berapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan," tambah Pocock.