Seorang Perempuan Marah dan Memaksa Pamannya untuk Meminjamkan Rumahnya untuk Pesta Pernikahannya

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Pernikahan menjadi momen yang diharapkan bagi setiap pasangan untuk memiliki hubungan jangka panjang. Senang rasanya jika membagikan momen bahagia ini bersama dengan orang-orang terdekat mulai dari keluarga hingga teman. Tetapi di masa pandemi COVID-19 ini, sebagian calon pengantin harus menunda pernikahan mereka.

Sebagian dari mereka mungkin melangsungkan pernikahan ditengah pandemi dengan mematuhi protokol yang ketat. Bagi mereka yang hendak melangsungkan pernikahan, tentunya ada pembatasan jumlah undangan yang menghadiri acara tersebut. Seperti berita baru-baru ini, seorang perempuan marah kepada pamannya karena tak diizinkan untuk melangsungkan pernikahan di rumah pamannya.

Melansir dari foxnews.com (17/11), meskipun sebagian besar pengantin perempuan bermimpi untuk menikah di lokasi yang sempurna, lokasi tersebut tidak selalu tersedia. Melalui unggahan di media sosial, seorang pemilik rumah tampak frustasi membagikan kisahnya. Menurutnya, dia dan istrinya membeli rumah pertanian tua di Eropa Selatan 28 tahun yang lalu. Sejak itu, rumah itu dijuluki kastil oleh keluarganya karena terdapat menara kecil di bangunan tersebut. Setelah menghabiskan bertahun-tahun memperbaikinya untuk masa pensiun mereka, tempat itu tampaknya menjadi lokasi yang sangat indah, yang tidak luput dari perhatian keluarga pemiliknya.

Tak Diizinkan Melangsungkan Pernikahan di Rumahnya, Perempuan Ini Mengungkit Harta Warisan

Ilustrasi/copyrighsthutterstock/ Viacheslav Boiko
Ilustrasi/copyrighsthutterstock/ Viacheslav Boiko

Baru-baru ini salah seorang keponakannya bertunangan dan mengadakan pesta pertunangan di Zoom pada akhir pekan lalu. Ketika ditanya ide apa yang mereka miliki sejauh ini, dia bersemangat memberi tahu pamannya bahwa mereka sebenarnya berencana untuk bertanya apakah ia dapat mengadakan pernikahannya di kastil milik pamannya.

Lanjut cerita, sang paman sedikit terkejut, tetapi tidak ingin langsung menolak. Tetapi sang paman menanggapinya dengan beberapa candaan. Calon pengantin mengatakan bahwa dia sudah memikirkannya dengan matang. Dia akan memasang dekor di dekat kastil itu. Meski pemilik rumah tidak tertarik dengan ide tersebut, mereka tidak senang mendengar bagian selanjutnya dari rencana calon pengantin. Dia berencana untuk menggunakan kamar tidur utama sebagai kamar pengantin dan istri dan anak-anak dari pamannya harus tinggal di tempat lain.

Bahkan sang ibu atau kakak perempuan dari pria tersebut mengatakan bahwa, semua yang dia beli dari kastil itu adalah hasil dari harta warisan. Dan dengan demikian dia berhak untuk menggunakannya juga. Hal ini membuat pria tersebut geram. Banyak komentar untuk mendukung pria tersebut untuk tidak mengizinkan keponakannya melangsungkan pernikahan di rumahnya yang bahkan juga berniat untuk menggunakan kamar utama sebagai kamar pengantin.

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker