Seorang Pria Beli Domain Resmi Google Argentina Seharga Rp 40 Ribu

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang web designer bernama Nicolas Kurona belum lama ini membeli domain web resmi Google Argentina hanya dalam waktu dua jam.

Uniknya pembelian domain resmi Google Argentina, yakni Google.com.ar hanya memakan biaya sebesar 2 Pound Sterling atau setara Rp 40 ribuan.

Nicolas Kurona yang berusia 30 tahun ini pun menceritakan, dia berupaya membeli domain Google.com.ar melalui proses legal.

"Saya tidak pernah membayangkan domain tersebut bisa dibeli," tutur Kurona kepada BBC, dikutip Tekno Liputan6.com, Selasa (27/4/2021).

Sementara itu pihak Google Argentina mengatakan, "dalam jangka waktu singkat, domain mereka diambil alih oleh orang lain". Kendati demikian, Google Argentina mendapatkan kembali domain tersebut dalam waktu singkat.

Cerita ini bermula ketika Kurona tengah bekerja di depan komputernya di Buenos Aires, merancang website untuk seorang klien. Ia pun mendapati pesan di WhatsApp yang menyebut layanan Google tengah down.

"Saya mencoba masuk ke www.google.com.ar di browser saya dan tidak bisa dibuka. Saya pikir ada sesuatu hal yang aneh tengah terjadi," katanya.

Beli Domain Google Argentina via NIC

Suasana kantor pusat Google di Googleplex, Mountain View, Palo Alto, California. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza
Suasana kantor pusat Google di Googleplex, Mountain View, Palo Alto, California. Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza

Lebih lanjut, ia memutuskan untuk mengunjungi Network Information Center Argentina (NIC), sebuah organisasi yang bertanggung jawab mengoperasikan domain web negara Argentina (.ar).

Nicolas Kurona langsung mencari Google dan menemukan, domain Google Argentina tersedia untuk dibeli.

Berpikir hal tersebut tidak bisa dilakukan, Nicolas Kurona pun mengikuti langkah-langkah pembelian domain. Dia pun mendapatkan email, beserta tagihan.

Rupanya, email berisi tagihan itu tertulis jumlah yang harus dikeluarkan untuk pembayaran yakni 270 peso Argentina atau setara 2 Pound Sterling (sekitar Rp 40 ribuan), domain Google Argentina pun diakuisisi oleh Nicolas Kurona.

Sempat ragu, ia kemudian mengecek ke bilah pencarian dan mengetik www.google.com.ar kemudian menekan tombol enter. "Data pribadi saya pun muncul," ujarnya.

Nicolas Kurona pun tidak percaya apa yang terjadi. Pada Rabu lalu pukul 21.52 waktu setempat, Nicolas Kurona telah membeli domain web Google Argentina dan orang-orang yang datang ke www.google.com.ar pun masuk ke web milik Nicolas Kurona.

Tak Punya Maksud Buruk

Seorang teknisi melewati logo mesin pencari internet, Google, pada hari pembukaan kantor baru di Berlin, Selasa (22/1). Google kembali membuka kantor cabang yang baru di ibu kota Jerman tersebut. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)
Seorang teknisi melewati logo mesin pencari internet, Google, pada hari pembukaan kantor baru di Berlin, Selasa (22/1). Google kembali membuka kantor cabang yang baru di ibu kota Jerman tersebut. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)

"Saya ingin menegaskan, saya tidak pernah memiliki maksud buruk. Saya hanya mencoba membelinya dan NIC mengizinkan," katanya.

Dalam waktu singkat, ceritanya membeli domain web Google langsung jadi bahan pemberitaan.

"Ketika proses pembelian selesai dan data saya muncul, saya tahu akan terjadi sesuatu dan saya sangat cemas," ujar Nicolas Kurona.

Ia juga sempat mencuitkan bagaimana kisah tersebut terjadi dan memberikan klarifikasi.

Apa yang terjadi sebenarnya? Satu teori yang beredar adalah Google mungkin lupa memperbarui nama domain mereka.

Kendati demikian pihak Google menyatakan, lisensi untuk domain www.google.com.ar belum habis masa berlakunya, masa kedaluarsanya adalah Juli 2021.

Kelompok Open Data Cordoba yang bekerja untuk melacak domain Argentina yang sudah kedaluarsa pun membenarkan pernyataan Google. Menurut mereka, tidak jelas mengapa nama domain Google bisa dibeli.

Nicolas Kurona sejauh ini mengatakan, dirinya tidak tahu apa yang terjadi. Namun ia merasa hal tersebut aneh. Klarifikasinya di Twitter pun disukai hingga lebih dari 80.000 kali.

Nicolas Kurona mengatakan, dia lega tidak mendapat masalah karena hal ini. Menurutnya, NIC langsung mengambil alih domain tersebut segera setelah dia berhasil memilikinya, namun uang 270 peso-nya tidak dikembalikan.

Dia juga mengatakan, Google tidak berupaya menghubungi dan dirinya tidak mendapat bayaran sepeser pun. Google sendiri tidak memberikan informasi bagaimana mereka mendapatkan kembali domain Argentina-nya.

(Tin/Ysl)