Seorang Pria Tewas Diduga Bunuh Diri di Jembatan Layang Antasari

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria tewas diduga bunuh diri setelah melompat dari Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu sore (31/1/22021). Korban diketahui berinisial SB, seorang karyawan swasta.

SB melompat sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah melompat, pria berusia 33 tahun itu ambruk dan tergeletak di trotoar Jalan H. Jian, Cipete Utara. Saat itu kondisinya masih bernyawa.

"Korban diduga lompat bunuh diri dari jembatan dekat pintu masuk Lippo Mall Kemang. Korban sebelumnya masih hidup, lalu dibawa oleh warga sekitar ke Puskesmas," kata Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru Kompol Suprasetyo dalam keterangannya, Minggu (31/1/2021).

Suprasetyo mengatakan, meskipun sudah dibawa ke Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru, nyawa SB tidak bisa tertolong karena lukanya cukup parah pada bagian kepala dan tubuhnya.

"Lukanya cukup parah, kemudian meninggal dunia. Kami masih periksa saksi-saksi di lapangan," ujarnya.

Polisi Cari Saksi Mata

Suprasetyo mengatakan, berdasarkan keterangan saksi di lapangan, SB datang ke jembatan layang sendiri dengan mengendarai motornya, kemudian memarkirkannya di pinggir jalan. Sampai saat ini, polisi masih melakukan olah TKP dan memeriksa saksi mata yang berada di lokasi kejadian.

Keluarga korban sudah mengetahui kejadian ini dan mendampingi korban selama di puskesmas.

Kontak Bantuan

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669.

Reporter : Rifa Yusya Adilah

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: