Seorang Staf Perpustakaan SMP di Bekasi Diduga Lecehkan Murid

Merdeka.com - Merdeka.com - Staf perpustakaan SMP 6 Kota Bekasi berinisial D diduga melecehkan murid melalui pesan singkat WhatsApp. Percakapan tersebut tersebar di sosial media. Pria tersebut mengajak anak muridnya untuk video call melalui aplikasi WhatsApp. Selain itu, pria tersebut juga mengajak siswa SMP untuk mengunjungi apartemen yang dia miliki.

Humas SMPN 6 Kota Bekasi, Alis Maryamah membenarkan bahwa terduga pelaku pelecehan bekerja sebagai staf perpustakaan sejak tahun 2013.

"Dari 2013, 2013 sebagai honorer, 2017 diangkat menjadi TKK, jadi (terduga pelaku) belum PNS," kata Alis kepada wartawan, Senin (1/8).

Kepada pihak sekolah, jelas Alis, terduga pelaku mengaku tidak pernah mengajak muridnya untuk berkunjung ke sebuah hotel.

"(Di viral) betul ada tapi, setelah diklarifikasi pengakuan si terduga itu tidak, itu yang disampaikan ke kami," jelasnya.

Alis juga mengatakan tidak mentolerir keberadaan pelaku pelecehan ada di lingkungan sekolah. Bahkan seluruh guru sudah sepakat untuk tidak lagi menerima D.

"Karena pertama sudah mencoreng nama baik ya, kalau kita sih guru-guru berharap (pelaku) tidak di SMPN 6 ini lagi," jelasnya.

Saat ini, pihak sekolah sudah menyerahkan kasus pelecehan tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota. Dia juga mengatakan, D sudah dijemput oleh kepolisian. "Nah sekarang tadi (pagi) sudah di jemput sama pihak Polres," jelasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel