Seorang Tewas dan Dua Lainnya Luka-luka dalam Tabrakan Maut di Cianjur

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Seorang pengemudi meninggal dunia dan dua orang penumpang mengalami luka-luka setelah kendaraan yang mereka tumpangi tabrakan dengan truk tronton di Jalan Baru Cikalongkulon-Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, Selasa, 20 April 2021. Korban meningal dan luka-luka langsung dibawa ke RSUD Cianjur.

Kepala Polsek Cikalongkulon AKP Dadan mengatakan kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan jenis minibus yang dikemudikan Dahlan (37) warga Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung, dengan truk tronton tanpa muatan yang meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah Cikalongkulon.

"Tidak ada yang tahu pasti penyebab kecelakaan, namun sejumlah saksi mata mendengar suara dentuman yang cukup keras, sehingga warga berhamburan ke lokasi dan mendapati kendaraan pribadi merk Toyota Avanza warna abu-abu metalik menghantam truk tronton," katanya.

Petugas yang datang ke lokasi dibantu warga berusaha mengeluarkan tubuh sopir yang terjepit badan mobil yang ringsek, sedangkan dua orang penumpang yang mengalami luka berat, langsung dibawa ke RSUD Cianjur guna mendapatkan pertolongan medis.

Sedangkan upaya mengevakuasi tubuh sopir yang terjepit membutuhkan waktu hingga satu jam, setelah petugas menggunakan alat berat untuk menarik bodi mobil yang ringsek dan menjepit tubuh Dahlan yang diduga meninggal ditempat karena setelah berhasil dievakuasi, tubuh korban dibawa ke rumah sakit guna visum.

"Korban meninggal dunia di tempat kejadian, jasad korban berhasil dievakuasi menjelang sore dan langsung dibawa ke RSUD Cianjur untuk visum sebelum diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Sedangkan sopir truk sudah kita amankan dan dimintai keterangan," kata Dadan.

Sementara keterangan sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, menyebutkan tidak mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan, namun mereka mendengar suara dentuman cukup keras dan melihat dua kendaraan rusak berat terutama jenis minibus yang dikemudikan korban meninggal.

"Kami menduga sopir Avanza hilang kendali karena melihat posisi tabrakan tepat di jalur tengah, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Namun, dentuman yang cukup keras terdengar sebelum berhamburan ke lokasi dan mendapati dua kendaraan adu banteng," kata Prabu Hakiemsyah, saksi mata. (ant)