Seorang Wanita Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Perbudakan Seks

Sydney (AFP/ANTARA) - Pengadilan Australia pada Rabu mendakwa seorang wanita berusia 45 tahun yang menyandera seorang wanita penjual kosmetik asal Thailand sebagai budak seks dan memaksanya untuk melayani lebih dari 720 pelanggan untuk membayar hutang.


Watcharaporn Nantahkhum (45) telah dinyatakan bersalah di Pengadilan Tinggi Canberra atas enam kasus perbudakan seks yang juga terkait dengan wanita yang direkrutnya untuk bekerja sebagai pekerja seks pada 2007.


Korban yang identitasnya dirahasiakan, memberitahu pengadilan kalau passport miliknya ditahan begitu dia tiba di Australia dan dipaksa untuk melayani lebih dari 720 pelanggan dalam waktu tiga setengah bulan yang menurut terdakwa adalah untuk untuk membayar hutang korban sebesar 43000 dolar Australia (sekitar Rp403,26 juta).


Dia berkata dia memutuskan untuk bekerja sebagai PSK untuk membayar hipotek sawahnya dan untuk menyekolahkan anaknya.


Nantahkhum menawarkan korban uang suap agar korban tetap tutup mulut tentang keadaanya, dan kemudian didakwa karena telah menganggu proses peradilan, juga karena dengan sengaja melakukan perbudakan dan mengeksploitasi WNA.


Dakwaan maksimal untukkasus perbudakan adalah 25 tahun di penjara.(nn/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.