Seorang wanita mengaku pernah digerebek bersama wawali Magelang

MERDEKA.COM, Seorang wanita bernama Maria Satma Siwi Lestari (49) mengaku pernah menjadi kekasih gelap Wakil Walikota (Wawali) Magelang Joko Prasetyo. Maria adalah rekan separtai Joko di PDI Perjuangan.

Hubungan ini sempat hangat. Bahkan saat berduaan, keduanya pernah digerebek warga. Peristiwa ini terjadi tahun 2004 lalu. Saat itu Joko berniat maju sebagai caleg.

Fakta beserta bukti itu dibeberkan oleh Maria yang juga rekan satu sekolah di SMPK Pendowo Kota Magelang saat ditemui merdeka.com di rumahnya di Kawasan Gang Melati, Jl Diponegoro Kota Magelang, Jateng.

"Mulai dekatnya saya dengan Joko sekitar tahun 2004, saya kembali dari Jakarta tiba-tiba ada laki-laki main ke rumah saya. Dia ngomong kamu Maria kan? Tahi lalat yang ada di kaki kamu masih ada? Saya kaget. Kok dia tahu yah? Ternyata dia teman SMP saya yang sudah lama naksir dengan saya," ungkap Maria saat ditemui merdeka.com Rabu (12/12).

Awal mula perselingkuhan yang terjadi saat Maria kembali ke Magelang. Saat itu, Maria masih berstatus sebagai istri sah seorang karyawan kontraktor proyek besar yang mengerjakan proyek jembatan dan jalan tol di Jakarta. Jarak yang jauh antara Maria dengan sang suami, membuat hubungan perselingkuhan Joko Prasetyo berjalan dengan lancar.

Bahkan, Maria berani memberikan sebagian harta kekayaannya untuk biaya kampanye demi suksesnya pencalonan Joko sebagai caleg bernomor urut pertama di Kota Magelang.

"Kebetulan waktu itu karena janji dan bujuk rayunya saya selalu memberikan uang jutaan kepada dia. Untuk menyukseskan dirinya memperoleh nomor caleg pertama. Setiap butuh uang saya ambilkan ke ATM. Mulai dari membuat kaos, membuat spanduk bendera dan lainnya," kata Maria.

Bahkan, Joko pernah berjanji, jika SK pengangkatan dirinya sebagai caleg nomor urut pertama gol dan menjadi anggota DPRD Kota Magelang, kemudian mendapatkan SK Penetapan, SK itu akan digadaikan ke bank dan uangnya akan diberikan ke Maria.

Joko pun kerap berduaan dengan Maria. Saat itulah warga yang gerah menggerebek keduanya di rumah Maria di kawasan Secang.

Berita penggerebekan itu pun sempat muncul di beberapa surat kabar harian lokal saat itu di Kota Magelang.

Demi melenggangkan karir politik suaminya, Siti Rubaidah pun rela membuat surat pernyataan yang membantah ada perselingkuhan antara Maria dan Joko. Dalam surat itu Joko, Maria dan Ida membuat pernyataan bahwa hubungan Joko dan Maria hanya persahabatan. Surat itu ditandatangani Ida tanggal 21 Maret 2004.

"Sebetulnya bukti lainnya ada berupa catatan SMS di buku. SMS itu berisi tentang komunikasi saya dengan Joko. Tapi sayang, chip-nya dipatahin sama suami setelah tahu bahwa saya telah selingkuh," terang Maria.

Maria juga membeberkan dirinya sempat dijanjikan untuk dinikahi siri oleh Joko usai digerebek. Ucapan janji pernikahan siri itu disampaikan juga di hadapan Ida sang istri resmi Joko.

Ketika dikonfirmasi, Ida merasa terkejut dan heran jika merdeka.com berhasil menemui Maria dan mendapatkan foto asli surat pernyataan yang dibuatnya untuk melenggangkan karir Joko. Walaupun akhirnya, pengorbanan Ida dibalas dengan tindakan KDRT.

"Masak sih? Sampeyan punya surat pernyataannya? Kalau soal hubungan mereka silakan jenengan konfirmasi ke suami saya Pak Joko. Dia itu sampai sekarang masih ngrusuhin," ungkap Ida.

Saat merdeka.com ingin wawancara secara langsung dengan Wakil Walikota Magelang, Joko Prasetyo, handphonenya tidak diangkat. Kemudian saat dikirim pesan singkat kepada, dirinya hanya menjawab dengan kalimat singkat.

"Maaf masih di luar kota. Besok kita agendakan ya nuwun."

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.