Seorang Wanita Meninggal Setelah Makan Jamur Kuping yang Lama Direndam dalam Air

Liputan6.com, Jakarta Seorang wanita berusia 34 tahun meninggal dunia setelah makan jamur hitam (jamur kuping) yang telah direndam dalam air terlalu lama.

Dilansir dari China Press, insiden itu terjadi di Dongguan, Provinsi Guangdong. Wanita tersebut diketahui merendam jamur dalam air terlalu lama lalu kemudian memasaknya. Namun ia hanya menggunakan sebagian jamur yang telah ia rendam. Sementara sisanya ia biarkan terendam di air untuk dimasak pada hari berikutnya.

Jamur kuping yang biasanya dijual dalam bentuk kering harus direndam dalam air hangat selama minimal satu jam sebelum dikonsumsi, dilansir dari Vermilionroots.com.

Namun, karena ia merendamnya semalaman, sejenis bakteri telah tumbuh pada jamur yang menyebabkan wanita tersebut mengalami gejala mual dan tinja hitam setelah memakannya. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.

 

Sempat dirawat di RS hingga akhirnya meninggal

jamur kuping (sumber: iStockphoto)

Wanita itu didiagnosis dengan gagal hati akut dan dirawat di unit perawatan intensif. Tetapi karena biaya medis yang tinggi, wanita itu dipulangkan ke rumah dan dirawat oleh keluarganya.

Namun, Ia mengalami kegagalan di beberapa organ dalamnya hingga akhirnya meninggal.

Kemudian, dokter menemukan adanya racun dalam darah dan urine-nya yang disebut asam bongrek (bongrek acid), yang disebabkan oleh produksi bakteri Pseudomonas aeruginosa dalam jamur kuping yang ia konsumsi, dikutip Worldofbuzz.

Para ahli mengemukakan, bahwa jamur itu sendiri tidak mengandung racun, tetapi memang jika direndam terlalu ama, bakteri dapat tumbuh. Mereka mencatat bahwa jamur kuping harus direndam dalam air dingin atau di lemari es selama sekitar satu hingga dua jam dan tidak lebih dari empat jam dan tentunya tidak semalaman. Saat membeli yang segar, pastikan tidak lengket, bau, atau berlendir.