Sepak Terjang 5 Pelatih Baru yang Bikin Penasaran di Liga Champion

Bola.com, Jakarta - Babak penyisihan grup Liga Champions 2022/2023 sudah berlangsung pekan ini. Beberapa pelatih terbaik di dunia bakal beradu taktik di kompetisi ini.

Liga Champions kerap menyuguhkan kejutan. Tim-tim kecil kerap membuat kejutan dengan melibas klun raksasa. Klub bertabur pemain bintang tidak dijamin selalu memenangi pertandingan.

Menang di kompetisi elite Eropa itu butuh taktik jitu dan cerdas. Alhasil, peran pelatih sangat krusial, tentu dengan didukung skuad mumpuni.

Berikut lima pelatih yang akan menjalani debut di Liga Champions musim 2022/2023. Tanpa basa-basi lagi, segera simak nama-namanya.

 

5. Ange Postecoglou (Celtic)

Ange Postecoglou (WILLIAM WEST / AFP)
Ange Postecoglou (WILLIAM WEST / AFP)

Celtic baru saja merebut gelar Liga Skotlandia dari tangan Rangers yang musim sebelumnya juara bersama sang pelatih, Steven Gerrard. Keberhasilan Celtic tidak lepas dari tangan dingin sang pelatih baru Ange Postecoglou.

Sebelum Postecoglou datang, Celtic sempat melirik Eddie Howe dan Frank Lampard tetapi akhirnya menjatuhkan pilihan ke pelatih asal Australia itu. Keputusan memilih Postecoglou ternyata benar dan kini strateginya bakal dinantikan di Liga Champions.

 

4. Alfred Schreuder (Ajax)

Alfred Schreuder (kiri) saat berbincang dengan staf pelatih jelang Ajax vs Rangers di Liga Champions (AFP)
Alfred Schreuder (kiri) saat berbincang dengan staf pelatih jelang Ajax vs Rangers di Liga Champions (AFP)

Setelah ditinggal Erik ten Hag ke Manchester United, Ajax Amsterdam memilih Alfred Schreuder sebagai penggantinya.

Meski merupakan orang Belanda, Schreuder memiliki pengalaman luas di Eropa karena pernah membesut Club Brugge dan Hoffenheim. Kini, mantan asisten Ronald Koeman di FC Barcelona bakal menjalani debut di Liga Champions.

 

3. Igor Tudor (Olympique Marseille)

Kekalahan perdana AS Roma ini diduga akibat pelatih baru Hellas Verona, Igor Tudor. Perubahan pelatih inilah yang membuat taktik Hellas Verona menjadi tidak terduga. Namun, Hal tersebut dibantah oleh Mourinho. Ia meganggap AS Roma kalah intensitas. (LaPresse via AP/Spada)
Kekalahan perdana AS Roma ini diduga akibat pelatih baru Hellas Verona, Igor Tudor. Perubahan pelatih inilah yang membuat taktik Hellas Verona menjadi tidak terduga. Namun, Hal tersebut dibantah oleh Mourinho. Ia meganggap AS Roma kalah intensitas. (LaPresse via AP/Spada)

Pelatih Olympique Marseille Igor Tudor akan diserahi tugas membantu timnya melangkah sejauh mungkin di Liga Champions musim ini. Pria Kroasia itu ditunjuk setelah satu musim bertanggung jawab atas klub Italia Hellas Verona.

Tudor menggantikan mantan pelatih Argentina Jorge Sampaoli sebagai arsitek Marseille awal musim ini. Dia akan ditugaskan untuk mengulangi penampilan apik tim pada 2021/22 ketika finis kedua di Ligue 1.

 

2. Giovanni van Bronckhorst (Rangers)

Pelatih Rangers Giovanni van Bronckhorst berdiri selama sesi latihan di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan di Seville, Spanyol (17/5/2022). Glasgow Rangers dan Eintracht Frankfurt menggelar sesi latihan di stadion jelang final Liga Europa di Seville. (AP Photo/Jose Breton)
Pelatih Rangers Giovanni van Bronckhorst berdiri selama sesi latihan di Stadion Ramon Sanchez-Pizjuan di Seville, Spanyol (17/5/2022). Glasgow Rangers dan Eintracht Frankfurt menggelar sesi latihan di stadion jelang final Liga Europa di Seville. (AP Photo/Jose Breton)

Giovanni van Bronckhorst ditunjuk  Rangers untuk menggantikan Steven Gerrard yang pindah ke Aston Villa musim lalu. Sayangnya, pelatih asal Belanda itu gagal mempertahankan gelar juara Liga Skotlandia.

Tetapi, Bronckhorst sukses membawa Rangers ke laga final Liga Europa di musim pertamanya. Dengan prestasi hebat di Eropa, bisa saja Rangers bakal bisa mengejutkan di Liga Champions musim ini.

 

1. Xavi Hernandez (Barcelona)

Xavi mengakui jika Barcelona harus segera berbenah. Apalagi mereka kehilangan beberapa pemain kunci seperti Pedri, Pique, Ansu Fati, dan Ronald Araujo. (AP/Joan Monfort)
Xavi mengakui jika Barcelona harus segera berbenah. Apalagi mereka kehilangan beberapa pemain kunci seperti Pedri, Pique, Ansu Fati, dan Ronald Araujo. (AP/Joan Monfort)

Xavi ditunjuk sebagai manajer Barcelona pada November 2021. Pada saat itu, kampanye Liga Champions timnya sudah berakhir setelah awal yang buruk bersama Ronald Koeman.

Xavi ingin membawa Barcelona kembali berjaya di Liga Champions musim ini. Meski mengalami kesulitan keuangan, Barcelona mendatangkan sejumlah pemain bintang demi memperkuat tim musim ini.

Sumber: Sportkeeda