Sepak Terjang Robert Alberts hingga Mendarat di Persib

Bola.com, Bandung - Persib Bandung kini menggantungkan harapan mereka pada pelatih asal Belanda, Robert Alberts. Sejauh ini, Robert mampu membawa tim Maung Bandung menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan, sebelum Shopee Liga 1 2020 dihentikan sementara.

Robert merupakan pelatih kawakan yang kenyang dengan pengalaman di Indonesia. Ia menapaki kerier sebagai pelatih di beberapa negara, di antaranta Kedah FA (1992-1995), Timnas Korea Selatan U-19 (2002-2004), dan Timnas Malaysia U-19 (2007).

Dari sini, pelatih berusia 65 tahun ini punya nama besar di Malaysia. Ia menangani Serawak FA pada 2008-2009. Pada 2005, Robert ditunjuk menjadi Direktur Teknik Football Association of Malaysia hingga tahun 2008.

Setelah berkarier di Malaysia, Robert mencoba peruntungan ke Indonesia. Arema Indonesia menjadi tim pertama yang dilatih pada 2009-2010. Ia pun sukses membawa Arema menjadi kampiun Liga Indonesia.

Sukses membawa Arema juara, Robert dilirik oleh klub-klub besar di Indonesia. Dari beberapa klub yang mendekati, PSM Makassar sukses menggaetnya pada 2010-2011.

Setahun kemudian, Robert kembali ke Serawak FA. Ia langsung mendapat kontrak selama 4 musim yakni dari 2011 hingga 2015. Pada 2016, ia kembali melatih PSM hingga 2019.

Pada Liga 1 2017, Robert Alberts membawa tim berjulukan Juku Eja ini bersaing di papan atas hingga akhir musim (peringkat ketiga). Pada 2018, pelatih berusia 65 tahun ini mengantarkan Ferdinand Sinaga menjadi runner-up Liga 1 2018.

Gabung Persib

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Bola.com/Erwin Snaz)

Awal 2019, tepatnya pada Januari, Robert memutuskan mundur sebagai pelatih PSM dengan alasan sakit. Ia ke Malaysia dan PSM memahaminya dan tidak memperpanjang kontrak.

Namun, tiba-tiba, ada rumor Robert Alberts akan berlabuh ke Persib. Padahal, tim Maung Bandung masih memiliki Miljan Radovic sebagai pelatih kepala.

Rumor itu akhirnya terbukti. Tepatnya pada 3 Mei 2019, Robert resmi menjadi pelatih Persib dengan ikatan kontrak dua musim. Ia menggantikan posisi Miljan Radovic yang mundur lantaran harus menjalani kursus kepelatihan UEFA Pro.

Kepiawaian Robert dalam meracik tim menjadi alasan manajemen Persib untuk merekrutnya. Pelatih jebolan Ajax Junior ini mencoba mencapai target lima besar.

Memasuki putaran kedua Liga 1 2019, Robert melakukan perombakan besar. Ia mendepak Rene Mihelic, Artur Gevorkyan, dan Bojan Malisic. Ia mendatangkan Kevin van Kippersluis, Nick Kuipers, dan Omid Nazari.

Dari situ Robert, mampu membawa Persib berada di posisi enam besar klasemen Shopee Liga 1 2019, walaupun target manajemen lima besar.

Meski meleset, manajemen memaklumi karena pada awal musim Robert meracik tim yang sebagian besar merupakan pilihan Radovic.

Awal yang Menjanjikan

Teja Paku Alam dan skuat Persib Bandung di Shopee Liga 1 2020. (foto: https://www.instagram.com/tejapakualaam)

Memasuki musim 2020, Robert pun leluasa dalam membangun skuat Persib. Ia melepas Kevin dan Hariono, kemudian mendatangkan striker asal Brasil, Wander Luiz.

Awalnya, Robert ingin mencari tandem Ezechiel N'douassel. Namun, secara mengejutkan, striker asal Chad itu memilih mundur dan gabung Bhayangkara FC.

Setelah mendaratkan Wander Luiz, Robert pun menggaet striker baru asal Belanda, Geoffrey Castillion. Awalnya, ada keraguan mengenai dua pemain ini. Pasalnya, mereka belum mengenal sepak bola Indonesia.

Namun, dengan polesan Robert, duet Wander Luiz - Geoffrey Castillion tampil apik dan sukses menjadi idola para bobotoh. Dalam tiga laga di Shopee Liga 1 2020, Luiz mengoleksi tiga gol dan Castillion dua gol.

Persib juga sedang on fire pada awal musim. Tim Pangeran Biru menjadi pamuncak klasemen sementara setelah menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan.

Namun, saat performa Persib yang sedang bagus, PSSI dan PT LIB terpaksa menghentikan sementara Liga 1 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan karena wabah virus Corona.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini