Sepakat! Pemkot Surabaya Mengizinkan Persebaya Menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo dan Gelora 10 November

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Surabaya - Ancaman yang ditebar oleh Bonek, suporter Persebaya Surabaya, untuk turun ke jalan mendemo Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah berhasil. Terakhir, Pemkot Surabaya mengajak Bonek dan manajemen Persebaya duduk bersama.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya tidak memberikan izin kepada Persebaya Surabaya untuk menggunakan dua stadion yang ada di Kota Pahlawan, yakni Gelora Bung Tomo (GBT) dan Gelora 10 November (G10N). Padahal, masing-masing bisa menjadi markas pertandingan dan tempat latihan.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menggelar audiensi bersama manajemen Persebaya Surabaya beserta perwakilan Bonek di Balaikota Surabaya, Rabu (24/3/2021). Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, juga hadir.

Ada tujuh kesepakatan yang dihasilkan dalam audiensi dengan ketiga pihak ini. Yang utama, Pemkot Surabaya akhirnya memberikan izin kepada Persebaya Surabaya untuk menyewa dengan menggunakan Stadion GBT dan G10N.

“Tadi disepakati, kan tahu ada masa pemeliharaan. Nah, kalau masa pemeliharaan selesai, ya sudah bisa digunakan dengan sistem sewa yang disepakati sesuai perundangan yang berlaku,” kata Eri Cahyadi.

“Karena buat saya Stadion Gelora Bung Tomo itu adalah milik rakyat Surabaya, jadi semua bisa merasakan. Ayo kita membangun bersama di Surabaya,” imbuh pria berusia 43 tahun tersebut.

Mengembangkan Talenta Surabaya

Stadion Gelora 10 November, Surabaya. (Bola.com/Aditya Wany)
Stadion Gelora 10 November, Surabaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Satu poin penting lainnya adalah upaya untuk mengembangkan sepak bola Surabaya. Kesepakatan ini diharapkan mampu terus melahirkan pemain-pemain berkualitas yang berasal dari Kota Pahlawan.

“Yang saya bangga dan bahagia betul pada hari ini, yang pertama kita sama-sama mencetak anak-anak Surabaya menjadi pemain yang hebat. Itu tanggung jawab serta kewajiban Persebaya dan Pemerintah Kota Surabaya,” ucap pria asli Surabaya itu.

Selain itu, Pemkot Surabaya berencana membentuk akademi pelatihan sepak bola nantinya juga bakal berkolaborasi bersama dengan manajemen Persebaya Surabaya. Tujuannya tak lain, yakni untuk mencetak anak-anak Surabaya menjadi pemain bola yang hebat.

“Karena bagaimanapun anak-anak Surabaya kalau jadi pemain akan enak. Dia akan bangga ketika membela Persebaya,” ucap Eri Cahyadi.

Keberadaan Bonek juga penting karena selama ini berperan penting dalam kelangsungan dinamika yang ada di Persebaya. Bonek telah menjadi cerminan warga Surabaya dengan karakter khasnya.

“Itulah yang kita harapkan ada kolaborasi. Sehingga Bonek ini tidak hanya menjadi Bonek, tapi saya ingin tunjukkan bahwa Bonek Surabaya adalah Bonek yang santun, Bonek yang punya pekerjaan, punya kebanggaan,” ujar Eri.

7 Poin Kesepakatan

Penampakan Stadion Gelora 10 November setelah direnovasi. (Bola.com/Aditya Wany)
Penampakan Stadion Gelora 10 November setelah direnovasi. (Bola.com/Aditya Wany)
  1. Persebaya Surabaya bisa menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo untuk pertandingan dan Gelora 10 November, serta 3 (tiga) Lapangan Madya di komplek Gelora Bung Tomo untuk latihan setelah selesai perbaikan, yaitu Juni 2021.

  2. Sewa lapangan mengikuti peraturan perundangan yang berlaku.

  3. Persebaya sebagai tim asal Surabaya dapat prioritas dalam penggunaan Stadion GBT, Gelora 10 Nopember dan 3 Lapangan Madya.

  4. Akan diadakan pertemuan rutin 2 bulanan, antara Wali Kota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Presiden Persebaya, dan Bonek.

  5. Persebaya memprioritaskan pemain asli asal Surabaya dalam rekrutmen pemain sesuai dengan skill dan kemampuan yang diharapkan Surabaya.

  6. Persebaya harus bisa mencetak pemain asli dari produk Surabaya.

  7. Pihak Persebaya wajib mengganti kerusakan stadion apabila terjadi kerusakan dalam jangka waktu yang tertuang dalam kontrak.

Video