Sepakbola di Olimpiade, Britania Raya dan Hungaria Paling Sering Juara

·Bacaan 1 menit

VIVAOlimpiade Tokyo 2020 akan digelar dalam beberapa hari ke depan. Seperti biasa, cabang olahraga sepakbola bakal menjadi yang paling menyedot perhatian.

Bicara sejarah, sepakbola di Olimpiade, untuk tim putra, sudah bergulir sejak 1900. Hanya dua kali sepakbola tak mentas di Olimpiade, yakni pada 1896 dan 1932.

Sejak 1992, ada aturan khusus sepakbola di Olimpiade, setiap tim hanya boleh membawa pemain U-23. Lalu, mulai 1996, tim bisa menyertakan tiga pemain senior.

Sementara itu, untuk kualifikasi, Olimpiade melihat hasil pada turnamen junior di masing-masing konfederasi. Sebagai contoh, empat tim Eropa yang lolos ke Olimpiade 2020 merupakan semifinalis Piala Eropa U-21 2019.

Hal ini membuat sepakbola di Olimpiade terasa unik. Tim-tim yang merupakan langganan juara di Piala Dunia, justru tak bertaji di Olimpiade.

Ambil contoh Brasil. Mereka merupakan tim tersukses di Piala Dunia, dengan lima trofi. Namun, di Olimpiade mereka baru sekali menjadi juara, yakni pada 2016 silam.

Hal serupa dialami Jerman. Jerman sudah mengoleksi empat gelar Piala Dunia. Namun, mereka belum sekalipun juara Olimpiade.

Dua tim tersukses di Olimpiade justru Timnas Hungaria dan Britania Raya. Mereka masing-masing merebut tiga gelar.

Namun, medali emas yang diraih Hungaria dan Britania Raya diraih sudah lama. Hungaria juara pada 1952, 1964 dan 1968. Britania Raya lebih lama lagi, yakni pada 1900, 1908 dan 1912.

Sementara itu, untuk sepakbola putri, pertama kali digelar pada 1996. Berbeda dengan putra, sepakbola putri tak mengenal batas usia.

Amerika Serikat sangat dominan di sepakbola putri dengan empat gelar juara. Sedangkan Norwegia dan Jerman masing-masing kebagian satu medali emas.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel