Sepakbola Eropa Lagi Kacau, UEFA Luncurkan Format baru Liga Champions

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Iklim sepakbola Eropa sedang kacau setelah 12 klub top memutuskan ikut Liga Super Eropa. Ajang ini rencananya digelar pada musim 2023/2024.

Liga Super Eropa digagas oleh Asosiasi Klub Eropa (ECA), yang dipelopori 16 klub dan sudah memiliki 232 member, terdiri dari 109 Anggota Biasa dan 123 Anggota Asosiasi.

Adapun yang menjabat sebagai Presiden ECA adalah Andrea Agnelli yang tak lain sebagai Presiden Juventus selaku raksasa di Serie A.

Wacana ini ramai mendapatkan penolakan, mulai dari EUFA, sejumlah federasi sepakbola, hingga suporter klub.

Bahkan, Liga Super Eropa juga ditentang oleh FIFA selaku asosiasi sepakbola dunia dan UEFA sebagai rumah untuk klub-klub di Eropa.

Di tengah kisruh ini, UEFA mengumumkan sejumlah perubahan pada Liga Champions, dimulai musim 2024-2025.. Ada beberapa perubahan dalam format ini.

Yang paling kentara adalah jumlah tim yang akan berpartisipasi. Jika biasanya, Liga Champions diikuti 32 tim dan dibagi dalam delapan grup, pada musim 2024-2025 mendatang, akan ada 36 tim.

Selain itu, format satu liga juga bakal menggantikan babak penyisihan grup. Kemudian juga ada perubahan dari jadwal pertandingan.

Biasanya, Liga Champions dimainkan pada Selasa dan Rabu waktu Eropa. Namun, format baru hanya menggunakan hari kamis saja.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengatakan, perubahan fortmat ini untuk mendukung status dan masa depan pertandingan domestik di seluruh Eropa.

Selain itu, Format baru dapat menghidupkan impian tim mana pun di Eropa untuk berpartisipasi di Liga Champions berkat hasil yang diperoleh di lapangan dan itu akan memungkinkan kelangsungan hidup jangka panjang.

“Sepakbola adalah harta sosial dan budaya, diperkaya dengan nilai-nilai, tradisi, dan emosi yang dimiliki bersama di seluruh benua kita," kata Aleksander Ceferin dalam situs resmi UEFA.

“Inilah mengapa kami melakukan proses konsultasi ekstensif selama dua tahun terakhir yang menghasilkan dukungan bulat atas proposal kami dan kami yakin bahwa reformasi ini mencapai tujuan-tujuan tersebut," sambungnya.

Dalam keterannya, UEFA menjelaskan format baru ini yaitu setiap peserta akan memainkan 10 laga kandang dan tandang.

Delapan tim teratas bakal melaju ke babak 16 besar dan tim peringkat 9-24 bakal bertarung di babak playoff untuk memperebutkan jatah sisa ke fase gugur. Sementara itu, tim peringkat di bawah 24 bakal langsung tersingkir.

Barulah pada babak 16 besar, perempat final, semifinal, dan partai final bakal tetap menggunakan format yang sama seperti saat ini.

Format yang sama juga bakal diaplikasikan ke kompetisi kasta kedua, Liga Europa serta calon kompetisi baru bentukan UEFA, Liga Conference.