Sepanjang 2020, Realisasi Investasi Asing ke RI Turun 2,4 Persen

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan bahwa realisasi investasi sepanjang 2020 mencapai Rp826,3 triliun. Nilai itu naik dibandingkan realisasi pada 2019 maupun dari target yang dicanangkan pada awal tahun lalu.

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menyatakan, meski adanya pandemi COVID-19, realisasi investasi pada tahun itu tumbuh sebesar 2,1 persen dibanding 2019. Sementara itu, dibanding target tahun lalu yang Rp817,2 triliun mencapai 101,1 persen.

"Ini sekaligus jawaban dari beberapa asosiasi pengusaha yang mengatakan ke BKPM realisasi investasinya nggak mungkin lebih dari Rp700 triliun dan itu menurut saya stimulus vitamin terbaik buat BKPM," kata Bahlil, Senin, 25 Januari 2021.

Dari total realisasi investasi tersebut, Bahlil menyatakan bahwa penyerapan tenaga kerja sepanjang 2020 mencapai 1.156.361 orang. Dengan proyek investasi yang tercatat dari realisasi investasi 2020 sebanyak 153.349.

Jika dirincikan, realisasi investasi tersebut mayoritas berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp413,5 triliun atau mencapai 50,1 persen dari total investasi 2020. Realisasi PMDN itu tumbuh 7 persen secara tahunan.

"PMDN sangat luar biasa sekali, jadi tidak bisa lagi kita membeda-bedakan. Karena PMDN cukup luar biasa, mereka sebagai benteng pertahanan terhadap realisasi investasi di masa pandemi," ungkap Bahlil.

Adapun realisasi investasi yang berasal dari Penanaman Modal Asing sebesar Rp412,8 triliun atau sebesar 49,9 persen dari total investasi. Sementara itu, jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya turun sebesar 2,4 persen.

"Kita tahu di beberapa lembaga dunia mengatakan foreign direct investment itu turun 30-40 persen di Indonesia. Itu enggak lebih dari 10 persen, artinya kepercayaan ini ada dan ini sekaligus jawaban ke beberapa asosiasi," ucap dia.

Sementara itu, berdasarkan lokasinya, realisasi investasi yang masuk ke luar Jawa mencapai Rp417,5 triliun atau mencapai 50,5 persen dari total investasi. Angkanya naik sebesar 11,3 persen dari 2019.

Selanjutnya, yang masuk ke Jawa mencapai Rp408,8 triliun atau mencapai 49,5 persen. Besaran realisasi investasi yang masuk ke Jawa tersebut turun 5,9 persen dibandingkan realisasi investasi tahun lalu.

Berdasarkan sektornya, arus investasi yang masuk sepanjang 2020 berasal dari transportasi, gudang dan telekomunikasi mencapai Rp144,8 triliun. Diikuti listrik, gas dan air Rp102 triliun, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan Rp94,8 triliun.