Separatis Yaman nyatakan pemerintahan sendiri di selatan

Dubai (AFP) - Kelompok separatis Yaman pada Minggu mendeklarasikan pemerintahan sendiri di selatan negara itu, ketika kesepakatan damai dengan pemerintah berantakan, mempersulit konflik panjang dengan pemberontak Huthi dukungan Iran yang menguasai sebagian besar wilayah utara.

Dewan Transisi Selatan menuduh pemerintah gagal melakukan tugasnya dan "berkonspirasi" terhadap perjuangan selatan, dan mengatakan pemerintahan sendiri telah dimulai pada tengah malam.

Keruntuhan antara pihak yang pernah bersekutu itu terjadi ketika koalisi yang dipimpin Saudi, yang mendukung pemerintah yang diakui secara internasional dalam pertempuran melawan Huthis, memperpanjang gencatan senjata sepihak yang bertujuan menangkal pandemi virus corona.

Terlepas dari pertanda damai, yang ditolak oleh Huthis, pertempuran tetap berkecamuk di negara yang dikoyak perang itu, yang sudah menghadapi apa yang oleh PBB disebut sebagai bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

Separatis selatan Yaman - yang telah lama menuntut kemerdekaan - menandatangani kesepakatan pembagian kekuasaan di Riyadh November lalu yang memadamkan pertempuran di selatan yang membuat mereka berhasil merebut Aden, kota terbesar kedua.

Namun, pakta perdamaian itu hanya bertahan singkat dan gagal memenuhi tenggat waktu untuk langkah-langkah kunci termasuk pembentukan kabinet baru dengan perwakilan yang sama untuk pihak selatan, dan reorganisasi kekuatan militer.

"STC mendeklarasikan pemerintahan sendiri di selatan mulai tengah malam pada Sabtu 25 April 2020, dan sebuah komite pemerintahan sendiri akan memulai pekerjaannya sesuai dengan daftar tugas yang diberikan oleh kepresidenan dewan," kata separatis dalam sebuah pernyataan.

Puluhan ribu warga sipil telah tewas selama lima tahun terakhir dalam perang antara pemerintah dan pemberontak Huthi.

Awal bulan ini, Yaman melaporkan kasus pertama virus corona di Hadramawt, provinsi yang dikendalikan pemerintah selatan, menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran wabah.

Kondisi semakin sulit ketika setidaknya 21 orang tewas dalam banjir bandang bulan ini, dengan jalan-jalan Aden terendam dan rumah-rumah hancur.