Separuh Tahanan Guantanamo Mogok Makan  

TEMPO.CO, Guantanamo - Militer Amerika Serikat mengirim tenaga medis tambahan ke kamp penjara Guantanamo. Di situ, lebih dari setengah tahanan melakukan aksi mogok makan selama dua pekan ini. Juru bicara kamp mengatakan pada hari Senin, mereka menggelar aksi itu untuk memprotes penahanan mereka.

Tenaga bantuan yang berjumlah kurang dari 40 orang ini akan tiba pada akhir April. Demikian disampaikan oleh Letkol Samuel House, juru bicara operasi penahanan di Teluk Guantanamo, di tenggara Kuba. House mengatakan, mereka terdiri atas dokter, perawat, dan tenaga medis lain, yang akan menambah jumlah tenaga medis yang kini sudah bertugas sebanyak 100 orang.

Menurut data militer AS, sebanyak 84 dari 166 tahanan mogok makan pada hari Senin. Sebanyak 16 orang dari mereka kini mengkonsumsi makanan dalam bentuk cairan melalui selang yang dimasukkan lewat hidung langsung ke perut mereka. "Enam dirawat di rumah sakit untuk observasi," kata House.

Aksi mogok makan semula hanya dilakukan 43 tahanan pada 13 April 2013. Saat itu, seusai kerusuhan di penjara, mereka ditempatkan dalam sel untuk satu orang dengan alasan agar gampang dipantau. Petugas kamp mengatakan, para tahanan telah menutupi kamera keamanan dan jendela, yang menghalangi pandangan penjaga.

Makin lama, jumlah tahanan yang mogok makan makin banyak. Dua tahanan mencoba bunuh diri dengan menggantung diri pada tali yang dibuat dari pakaian mereka.

Pengacara tahanan mengatakan, aksi mogok makan lebih banyak jumlahnya ketimbang yang dirilis militer. Mereka menyatakan, jumlah tahanan yang mogok makan saat ini sekitar 100 sampai 130 orang.

Mogok makan beberapa kali terjadi di Guantanamo sejak Januari 2002. Namun aksi massal baru kali ini terjadi.

Aksi mogok makan saat ini dimulai pada awal Februari, setelah penjaga menyita foto dan barang-barang lain selama penyisiran dari sel ke sel. Para tahanan menyatakan, mereka menghina Al-Quran, hal yang disangkal militer Amerika Serikat. Adapun pihak militer menolak untuk mengatakan apa yang mendorong penyisiran sel.

REUTERS | TRIP B

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.