Sepeda motor peserta mudik gratis tiba di Terminal Pulogadung

Ratusan sepeda motor milik peserta mudik gratis yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, telah tiba di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur.

Kepala Satuan Pelaksana Suku Dinas Perhubungan (Kasatpelhub) Terminal Pulogadung, Tatang mengatakan, seluruh sepeda motor milik peserta mudik gratis yang diangkut menggunakan truk dari sejumlah kota di Pulau Jawa tersebut sudah dapat diambil pemiliknya.

"Sepeda motor yang terangkut dari Solo 25 unit, Semarang 23 unit, Yogyakarta 29 unit, Wonogiri 23 unit, Malang lima unit. Sebagian sudah diambil pemiliknya," kata Tatang di Jakarta, Senin.

Tatang menambahkan prosedur pengambilan untuk sepeda motor tersebut, lanjutnya, para peserta harus menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan kepada petugas dan anggota Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Dia mengatakan hingga pukul 01.06 WIB dini hari, sepeda motor yang belum diambil yakni asal Semarang sebanyak tiga unit, Solo enam unit, Yogyakarta empat unit, Wonogiri empat unit dan Malang dua unit.

Baca juga: Biaya mudik dan balik gratis Rp3,9 miliar

"Ada posko untuk pengambilan. Pengambilan melalui 'barcode' (kode batang) dan stiker yang ditempel di motor. Tentunya dengan KTP dicocokkan dengan STNK-nya," ujar Tatang.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memberangkatkan sebanyak 630 sepeda motor milik pemudik​ gratis melalui Terminal Pulogadung, pada Selasa (26/4).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo melepas langsung mudik gratis tersebut.

Dia mengatakan sepeda motor itu diangkut menggunakan 22 truk tersebut dikirim ke tujuh kota tujuan mudik warga.

"Pertama adalah Semarang, Kebumen, Solo, Yogyakarta, Wonogiri, luar di Jawa Timur yaitu Jombang dan Malang. Total ada 630 sepeda motor diangkut 22 truk," kata Syafrin.

Baca juga: Pemudik harap Pemprov DKI perbanyak mudik gratis tujuan Sumatera

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel