Sepekan, ekspor manufaktur melejit hingga konversi kompor listrik

Terdapat sejumlah berita penting dan menarik bidang ekonomi pada pekan ini yang informasinya masih layak untuk disimak.

Mulai dari ekspor manufaktur yang naik 24,03 persen sepanjang Januari-Agustus 2022 hingga kebijakan konversi kompor LPG 3 kilogram (kg) ke kompor listrik induksi yang belum akan diberlakukan pada tahun 2022.

1. Ekspor manufaktur naik 24 persen

Industri pengolahan mencatatkan nilai ekspor sepanjang Januari-Agustus 2022 sebesar 139,23 miliar dolar AS atau naik 24,03 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Sektor industri memberikan kontribusi paling besar, dengan sumbangsih hingga 71,55 persen terhadap total nilai ekspor nasional yang menembus 194,60 miliar dolar AS.

Selengkapnya di sini

2. Presiden Jokowi tegaskan tidak ada penghapusan golongan daya 450 VA

Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah tidak menghapus golongan pelanggan listrik dengan daya 450 VA serta tidak ada perubahan daya dari 450 VA ke 900 VA.

Selengkapnya di sini

3. Bank Indonesia naikkan suku bunga acuan 50 bps, menjadi 4,25 persen

Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DDR) sebesar 50 basis poin (bps) dari 3,75 persen menjadi 4,25 persen.

Selengkapnya di sini

4. Pemerintah pastikan konversi ke kompor listrik belum berlaku tahun ini

Pemerintah memastikan program konversi kompor LPG 3 kilogram (kg) ke kompor listrik induksi tidak akan diberlakukan pada tahun 2022.

Selengkapnya di sini

5. Penyaluran beras operasi pasar Bulog tembus 650 ribu ton

Penyaluran beras operasi pasar atau program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) yang dilakukan oleh Perum Bulog di seluruh wilayah Indonesia sebagai langkah stabilisasi harga, telah menembus angka 650 ribu ton.

Selengkapnya di sini


Baca juga: Sepekan, ekspor catat rekor tertinggi sampai inflasi daerah
Baca juga: Kemarin, suku bunga acuan naik hingga usulan PMN ke 8 BUMN
Baca juga: Kemarin, Rp156,4 triliun untuk pensiunan ASN hingga listrik 450 VA