Sepekan, pesawat Bonanza jatuh hingga penganiayaan santri Gontor

Selama sepekan (5-10 September), berbagai peristiwa hukum telah diberitakan ANTARA mulai dari pesawat latih TNI Angkatan Laut Bonanza G-36 T-2503 jatuh di Selat Alur Pelayaran Barat Surabaya hingga penganiayaan santri di Ponpes Gontor.

Berikut rangkuman berita-berita hukum selama sepekan yang masih menarik untuk kembali dibaca.

Pesawat Latih Bonanza TNI AL Jatuh di alur pelayaran barat Surabaya

Sebuah pesawat udara (pasud) latih jenis G-36 Bonanza T-2503 milik TNI AL mengalami kecelakaan dan jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Jawa Timur, Rabu (7/9).

"Pesawat tersebut mengalami kecelakaan saat melaksanakan latihan dengan KRI-KRI di jajaran Koarmada II," kata Kepala Dinas Penerangan Koarmada II Letkol Asep Aryansyah melalui keterangan tertulisnya di Surabaya.

Selengkapnya baca di sini.

Kepala BNN: 95 persen narkotika masuk Indonesia lewat jalur laut

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose menyatakan sekitar 95 persen narkotika, khususnya Menthafetamin atau sabu-sabu, masuk ke Indonesia melalui jalur laut.

"Saat ini saya mengamati bahwa 95 persen masuknya Menthafetamin atau sabu-sabu berasal dari luar negeri dan melalui laut," kata Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose di kompleks Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (7/9).

Selengkapnya baca di sini.

KPK tahan Bupati Mimika sebagai tersangka korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Mimika Eltinus Omaleng (EO) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa berupa pembangunan Gereja Kingmi Mile 32, Mimika, Papua.

"Untuk kebutuhan penyidikan, tim penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka EO selama 20 hari pertama, terhitung mulai 8 September 2022 sampai dengan 27 September 2022 di Rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur," kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (8/9).

Selengkapnya baca di sini.

Lima anggota Polri selesai jalani penetapan khusus pelanggaran etik

Sebanyak lima anggota Polri selesai menjalani masa penetapan khusus terkait pelanggaran etik tidak profesional dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (10/9), menyebutkan anggota Polri yang selesai menjalankan patsus kembali bertugas ke Pelayanan Markas (Yanma) sesuai surat telegram mutasi yang diterimanya.

Selengkapnya baca di sini.

Polri temukan bukti rekaman CCTV di lokasi penganiayaan santri Gontor

Aparat kepolisian menemukan bukti rekaman CCTV yang bisa menjadi bukti petunjuk penting untuk menguak kronologi dugaan penganiayaan Albar Mahdi (17), santri Ponpes Modern Gontor, Ponorogo hingga akhirnya tewas dengan sejumlah luka lebam di dada dan sekujur tubuh.

"Kita amankan rekaman CCTV di lokasi kejadian," kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono di Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (9/9).

Selengkapnya baca di sini.