Sepekan PPKM Darurat, Wagub DKI Jakarta: Mobilitas Masyarakat Turun Drastis

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Sepekan sejak Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mobilitas masyarakat di DKI Jakarta disebut mengalami penurunan drastis.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, penurunan tersebut tak terlepas dari penyekatan akses jalan hingga pemberlakuan syarat perjalanan.

"Mobilitas masyarakat menurun, jauh sekali. Karena memang ditutup tempat-tempat, jalur keluar masuk Jakarta. Kemudian, adanya penyekatan. Apalagi kita memberlakukan surat tanda registrasi pekerja (SRTP) itu yang sangat efektif," kata Ariza pada wartawan, Senin (12/7/2021).

Faktor lain, menurut Ariza adalah penerapan syarat bagi pelaku perjalanan di KRL hingga MRT Jakarta.

"Apalagi mulai di berlakukan di KRL, MRT bahkan di Transjakarta," tuturnya.

Selain itu, Ariza memastikan Pemprov DKI akan menindak tegas perusahaan yang melanggar aturan PPKM Darurat.

Peringatan itu berlaku bagi perusahaan non-esensial mempekerjakan karyawannya di kantor.

Penutupan dan Cabut Izin

Ia menyebut Pemprov DKI tak akan segan mencabut izin usaha perusahaan yang membandel.

"Namun demikian kami tetap memberikan sanksi dan denda dan juga penutupan sementara bahkan akan cabut izinnya bagi yang terus membandel," pungkasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel