Sepekan Tak Muncul ke Publik, Wali Kota Malang Positif COVID-19

Mohammad Arief Hidayat, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVAWali Kota Malang Sutiaji mengumumkan bahwa dia positif terinfeksi COVID-19, sesuai hasil uji swab yang diterima pada Senin malam, 30 November 2020. Kabar itu dia umumkan secara langsung melalui akun Instagram pribadinya dengan nama sam.sutiaji, pada Selasa 1 Desember 2020.

"Karena (kemarin) memang saya tidak ada gejala. Mau beraktivitas tapi saya dan keluarga putuskan saya harus berdiam diri (dulu) dan batasi aktivitas. Baru [kemudian] hasil laboratorium kemarin malam keluar, hasilnya kami dinyatakan positif [COVID-19]," kata Sutiaji.

Sutiaji menjelaskan alasannya tidak muncul ke publik dalam sepekan terakhir. Dia mengaku tidak hadir ke sejumlah kegiatan kepala daerah karena sedang menunggu hasil uji swab. Selama itu pula, dia melakukan serangkaian tes kesehatan, yang dimulai dari rapid test, cek darah, general check up meski hasilnya nonreaktif.

Baca: Anies Baswedan Positif COVID-19, Ini Rincian Gejalanya

Setelah hasil uji swab keluar, dia ternyata positif COVID-19. Sebelum itu, sebanyak 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Malang dinyatakan reaktif dari hasil rapid test yang dilakukan sebanyak dua kali. Pemkot Malang mengumumkan bahwa 15 ASN terindikasi positif COVID-19.

"Kepada seluruh warga Bumi Arema, menjawab teka teki Pak Wali tidak bisa beraktivitas serangkaian giat yang dilakukan. Kami awalnya batasi diri sambil tunggu hasil dari beberapa pemeriksaan yang dilakukan oleh Labkesda dan RSUD Kedungkandang. Tahapan yang kami lakukan rapid test, terus cek darah, general check up: hasilnya nonreaktif. Karena saya merasa badan tidak enak maka saya harus batasi diri sehingga tidak bisa beraktivitas sampai lakukan uji swab," ujarnya.

Sutiaji berharap warga untuk terus tertib dalam menjaga protokol kesehatan pencegahan COVID-19, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Dia juga mengimbau kepada warga Kota Malang untuk terus meningkatkan imunitas dan tidak mudah kelelahan. Sebab, dua hal itulah yang dapat menangkal penyebaran virus.

"Mohon doanya dan mudah-mudahan kami bisa aktivitas kembali. Banyak pekerjaan besar yang harus kita lakukan. Saya belum bisa berikan yang terbaik, sekali lagi yang saya minta kesehatan [masyarakat] sangat penting. Jaga diri panjenengan (masyarakat) semua. Imun dijaga jangan terlalu banyak capek. Ketika capek imun turun di situlah bersarangnya virus," katanya. (art)