Seperti apa komunitas Vespa Indonesia di mata dunia?

Vespa World Club Former President (2012-2021) Martin Stift memberikan pandangannya terkait komunitas Vespa Indonesia bila dibandingkan dengan komunitas yang umum seperti di Eropa.

Menurut Stift, budaya komunitas Vespa Indonesia kurang lebih memiliki kesamaan dengan komunitas Vespa di Inggris.

Baca juga: Vespa World Days Bali jadi ajang berkumpulnya pencinta Vespa dunia

"Budaya dan jiwanya cukup sama dengan yang ada di Inggris. Seluruh Eropa diorganisir oleh klub Vespa dan klub lain, atau klub skuter. Di Inggris, sebagian besar adalah klub skuter dan anggotanya campuran, seperti di sini. Sehingga apa yang kami lihat di sini adalah sebagian besar klub skuter. Sebanyak 99 persen adalah klub skuter, tetapi hanya mengendarai Vespa," kata Stift, dikutip pada Jumat.

Hal lain yang disoroti oleh Stift adalah adanya rompi (vest) yang dikenakan oleh komunitas Vespa di Indonesia. Menurutnya, ini adalah hal yang begitu berbeda jika dibandingkan dengan komunitas Vespa di Eropa dan Amerika Serikat.

"Selain itu, mereka (komunitas Vespa Indonesia) juga menggunakan rompi. Di Eropa, komunitasnya hanya berkendara. Di Eropa dan Amerika, Anda tidak akan melihat itu (rompi) bersama dengan Vespa," kata pria asal Austria tersebut.

Baca juga: The Nusa Dua siap jadi tuan rumah Vespa World Day 2022

Rombongan komunitas Vespa yang mengikuti sesi Riding bersama menuju Desa Wisata Panglipuran, Bali, Jumat (9/6/2022). (ANTARA/HO)
Rombongan komunitas Vespa yang mengikuti sesi Riding bersama menuju Desa Wisata Panglipuran, Bali, Jumat (9/6/2022). (ANTARA/HO)


Tak hanya itu, aspek unik lain dari komunitas Vespa Indonesia yang disoroti oleh Stift adalah banyaknya pengendara wanita yang ikut masuk dalam komunitas maupun berkendara.

"Ini adalah hal yang spesial, dimana banyak wanita mengendarai Vespa di Indonesia. Terdapat perspektif tertentu mengenai negara berkembang dan negara dengan mayoritas Muslim," jelas Stift.

Baca juga: Prepp Studio kumpulkan pecinta skuter seluruh Indonesia

"Ini adalah alasan lain yang harus kita tunjukkan bahwa hal itu tidak selalu hitam putih. Ini adalah komunitas di mana wanita dan pria bekerja dengan benar, bersama. Saling membantu yang merupakan sebuah gambaran baik," ujarnya menambahkan.

Pria yang menjabat sebagai presiden Vespa World Club selama 9 tahun tersebut mengatakan bahwa hal tersebut ia rasa penting.

"Anda tidak dapat membayangkan seberapa pentingnya untuk mendorong wanita di Eropa dan Amerika untuk pergi ke jalan dan mengatakan bahwa mereka juga bagian dari komunitas," kata Stift.

"Sehingga, dengan itu, banyak hal yang dapat saya bilang unik dan luar biasa dari Indonesia," imbuhnya.


Baca juga: Ragam warna baru Vespa yang dinamis

Baca juga: Scooter Owners Group Indonesia berbagi berkah Ramadhan

Baca juga: Justin Bieber digandeng Vespa rilis model eksklusif

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel