Seperti Ini Teknik Pengereman Darurat Ketika Dibutuhkan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketika berkendara di jalan, sering kali banyak pengguna mobil yang tidak mengindahkan kendaraan lainnya. Biasanya, mobil yang tiba-tiba bermanuver atau berpindah lajur tanpa memberikan lampu sein, akan menbuat mobil lain yang di sekitarnya menjadi panik dan melakukan pengereman darurat.

Salah satu tips untuk menghindari situasi tersebut, menurut Anjasara Wahyu selaku Instruktur Harmoni Safety Center, Pelatihan K3 dan Keselamatan Berkendara, adalah dengan memberlakukan jaga jarak aman dengan kendaraan lain.

"Edukasi yang pertama adalah harus jaga jarak aman di jalan. Hal itu yang harus diingat oleh setiap pengemudi agar mendapatkan ruang yang cukup ketika ada sesuatu terjadi pada mobil yang ada di depan. Pengereman darurat, hanya terjadi jika kita tidak melakukan jaga jarak yang aman. Jika kita punya jaga jarak dengan mobil depan, maka pengereman darurat tidak akan terjadi," buka Anjasara Wahyu, kepada Liputan6.com

Namun, ketika situasi tersebut tidak bisa dihindari, Anjasara, juga turut membagikan pengetahuan bagaimana caranya melakukan pengereman darurat. Salah satunya, sebagai pengemudi juga harus mengetahui apakah mobil tersebut dibekali fitur Anti-lock Braking System (ABS) atau tidak.

"Cuma, kalau misalkan terjadi hal darurat dan memaksa untuk melakukan pengereman darurat, kita juga harus melihat dari fitur mobil, apakah ABS atau tidak? Kalau ABS, caranya injak pedal rem sampai mobil berhenti. Karena teknologi Anti-lock Braking System tersebut itu dapat membantu kita dalam melakukan pengereman darurat tanpa roda mobil terkunci," jelas Anjasara.

Untuk Mobil Non ABS, Seperti Ini Cara Melakukannya

Cara melakukan pengereman darurat
Cara melakukan pengereman darurat

Lalu, bagaimana teknik pengereman darurat jika mobil belum dilengkapi dengan fitur ABS tadi? Menurut pria berkacamata ini pengemudi harus melakukan teknik squeeze yang diartikan seperti menggiring bola menggunakan kaki.

"Tapi kalau non ABS, harus menggunakan teknik squezze, kaya men-drible pedal rem menggunakan kaki, supaya roda tidak terkunci dan roda tidak kehilangan traksi. Injak, lepas, injak lagi, lepas lagi ini dilakukan agar roda tidak mengunci," bebernya.

Saat berada pada situasi tersebut, ia juga berpesan agar tidak panik. Juga, dapat memperhatikan kondisi sekitar seperti samping kanan dan kiri serta mobil di belakang agar dapat mengoreksi setir ketika ada manuver berbahaya dari mobil yang ada di depannya.

"Yang jelas jangan panik, lihat sekitar, kanan kiri dan belakang supaya kita dapat mengoreksi setir untuk menghindar dari mobil yang ada di depan. Ya balik lagi, kalau kita punya jaga jarak aman, tentunya, rem darurat kan tidak digunakan sehingga kita hanya melakukan pengereman biasa untuk menghindari mobil di depan," pungkas Anjasara.

Infografis Kopi-Kopi Indonesia yang Jadi Primadona

Infografis Kopi-Kopi Indonesia yang Jadi Primadona. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Kopi-Kopi Indonesia yang Jadi Primadona. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel