Sepertiga DPD Minta Airlangga Hartarto Pimpin Kembali Partai Golkar

Fitang Budhi Adhitia

Jakarta, IDN Times - Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar ke-X hari ini, Rabu (4/12), membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua Umum Airlangga Hartarto selama memimpin partai.

Dalam laporan LPJ tersebut, DPD tingkat I dan II memberikan pandangan atas LPJ yang disampaikan Airlangga.

1. Sepertiga DPD menerima Laporan Pertanggungjawaban Airlangga

Sepertiga DPD Minta Airlangga Hartarto Pimpin Kembali Partai Golkar

Hasilnya, sepertiga DPD yang telah memberikan pandangan, meminta Airlangga kembali melanjutkan kepemimpinannya di partai berlambang pohon beringin.

“Jadi tadi pandangan umum sudah sepertiga, dan dari sepertiga itu mereka menerima LPJ dan menyampaikan aspirasi meminta saya mencalonkan kembali dan diusung di dalam Munas,” kata Airlangga di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu.

2. Peserta Rapimnas telah lebih dulu memberikan dukungan kepada Airlangga

Sepertiga DPD Minta Airlangga Hartarto Pimpin Kembali Partai Golkar

Pandangan itu, kata Airlangga, telah sesuai dengan ekspektasinya saat pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar beberapa waktu lalu.

“Jadi sudah sesuai dengan apa yang disampaikan di dalam Rapimnas, sesuai dengan apa yang disampaikan dalam pertemuan dengan DPD II dan I dan ini secara formal disampaikan di dalam Munas,” ujarnya.

3. Airlangga masih menunggu pandangan dari seluruh DPD soal ketua umum partai

Sepertiga DPD Minta Airlangga Hartarto Pimpin Kembali Partai Golkar

Kendati demikian, Airlangga belum bisa memastikan bahwa pemilihan ketua umum akan berjalan secara aklamasi. Mengingat belum semua DPD memberikan pandangan dan dukungan kepada dirinya.

“Kita tunggu sampai dilengkapi 34 daerah,” jelasnya.

4. Belum ada calon kuat yang melawan Airlangga di Munas

Sepertiga DPD Minta Airlangga Hartarto Pimpin Kembali Partai Golkar

Sejauh ini, Airlangga melihat belum ada kandidat kuat yang mampu bertarung melawannya di Munas, mengingat ada persyaratan khusus yang harus dilalui oleh kader yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua umum.

“Kan ada persyaratan calon. Calon itu kan harus didukung 30 persen, kalau tidak ada dukungan 30 persen, ya tidak mempunyai dukungan untuk menjadi calon,” Airlangga menegaskan.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb