Sepuluh Cabang HMI Tolak SBY dalam Kongres

Jakarta (ANTARA) - Sepuluh cabang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang tergabung dalam "Gerakan Nasional HMI Anti SBY" menyatakan menolak kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Kongres HMI XXVIII dan menolak SBY membuka kongres tersebut di Hotel Borobudur.

"Bagi kami SBY tidak layak menghadiri pembukaan kongres HMI, apalagi sampai mengintervensi jalannya perhelatan demokrasi akbar di HMI," kata Koordinator Gerakan Nasional HMI Anti SBY Abdul Syukur Oumo pada jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kesepuluh cabang HMI menolak kehadiran Presiden SBY dalam Kongres HMI pada 15 hingga 22 Maret, karena SBY dinilai sebagai pemimpin yang tidak sesuai dengan tipe kepemimpinan ideal yang selama ini dipakai sebagai standar kepemimpinan di HMI, yaitu jujur, adil, dan demokratis.

Kesepuluh cabang HMI yang bergabung dalam Gerakan Nasional HMI Anti SBY tersebut, antara lain HMI cabang Depok, HMI cabang Kupang, HMI cabang Bengkulu, HMI cabang Bekasi, HMI cabang Sukoharjo, HMI cabang Namlea, HMI cabang Labuan Batu Raya, HMI cabang Jember, HMI cabang Selong, HMI cabang Mataram.

Abdul Syukur mengatakan bahwa SBY telah gagal memimpin pemerintahan dengan baik karena jumlah kasus korupsi di negeri dinilai tidak berkurang, tetapi justru terus meningkat.

"Kami menganggap SBY telah gagal memimpin negara ini sebab kasus korupsi tidak ditangani dengan baik sebagaimana KPK tidak melakukan penyelesaian terhadap kasus Bank Century dan kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia)," ujarnya.

Lebih lanjut Abdul mengatakan, banyak permasalahan yang terjadi pada masa pemerintahan SBY yang disebabkan tidak adanya sikap konsisten, jujur, dan adil.

"Kami melihat sejak tampuk kepemimpinan negeri ini dipimpin oleh Pak SBY, tren pemberantasan korupsi tidak menunjukkan tanda-tanda kemajuan besar," katanya.

Pada kesempatan itu, Abdul juga membacakan enam poin yang ingin ditegaskan dalam Gerakan Nasional HMI Anti SBY tersebut, di antaranya HMI menolak kedatangan SBY ke acara pembukaan Kongres HMI XXVIII, HMI menolak segala bentuk intervensi Cikeas dalam Kongres HMI XXVIII, HMI mendesak KPK untuk segera mengusut tuntas kasus `bailout` Bank Century.

Selain itu, HMI mendesak KPK untuk menuntaskan kasus BLBI, HMI mendesak KPK segera mengusut berbagai dugaan korupsi yang dilakukan oleh keluarga Cikeas, dan HMI mendesak SBY untuk mundur dari jabatan Presiden Indonesia karena menjadikan Indonesia sebagai negara gagal.

Abdul juga menegaskan bahwa "Gerakan Nasional HMI Anti SBY" tersebut tidak dikendalikan oleh pengaruh politik dari pihak manapun karena gerakan itu, kata dia, murni dari penolakan para anggota HMI yang tidak menginginkan HMI diintervensi oleh SBY.

"Maka apabila Pak SBY bersikeras datang dalam kongres, kami akan melakukan blokade pada waktu kedatangan beliau," ujarnya.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.