Seputar Atap Pelana dan Variasi Modelnya

·Bacaan 12 menit

RumahCom – Atap rumah tentu saja merupakan salah satu bagian dari rumah yang sangat penting. Kalau diibaratkan, atap rumah sama seperti helm yang kita pakai ketika berkendara naik sepeda motor. Selain itu, atap rumah dapat mempengaruhi tampilan sebuah tempat tinggal karena terlihat jelas dari luar. Sehingga pemilihan bentuk dan model atap perlu mendapat perhatian agar memiliki nilai estetika. Salah satu model yang paling sederhana adalah jenis atap pelana.

Jenis atap pelana adalah atap yang bentuknya mirip pelana kuda. Atap bentuk pelana merupakan model atap yang paling sederhana karena hanya memiliki sisi miring, sementara sisi lainnya berupa dinding segitiga. Model atap ini adalah model yang paling sering ditemukan di berbagai kalangan masyarakat. Selain atap pelana, ada pula beberapa jenis lainnya yang perlu Anda ketahui. Berikut poin-poin pembahasan pada artikel ini:

  1. 7 Jenis Atap Rumah Berdasarkan Model

    1. Atap Pelana

    2. Atap Perisai

    3. Atap Gergaji

    4. Atap Datar

    5. Atap Sandar

    6. Atap Tenda

    7. Atap Kubah

  2. Atap Pelana Banyak Digunakan untuk Kenyamanan Rumah

  3. 5 Jenis Atap Pelana

    1. Box Gable Roof

    2. Front Gable

    3. Cross Gable Roof

    4. Gable Roof with Shed Roof Addition

    5. Dutch Gable Roof

  4. 10 Plus Minus Atap Pelana

    1. Pemasangan Praktis dan Mudah

    2. Struktur Material Lebih Hemat

    3. Ruangan Menjadi Lebih Sejuk

    4. Implementasinya Fleksibel

    5. Tidak Mudah Bocor

    6. Rentan Terhadap Terjangan Badai

    7. Risiko Beban Air Hujan yang Sangat Deras

    8. Kemungkinan Mudah Retak

    9. Ada Kemungkinan Roboh

    10. Membutuhkan Pemasangan yang Cermat dan Teliti

  5. 6 Jenis Atap Berdasarkan Material Bangunan dan Harganya

    1. Bahan liat

    2. Bahan aspal

    3. Bahan metal

    4. Bahan keramik

    5. Bahan beton

    6. Gypsum

    7. PVC

Mari simak pembahasan lengkap mengenai jenis atap pelana di sini.

1. 7 Jenis Atap Rumah Berdasarkan Model

Model atap banyak sekali ragamnya. (Foto:Pexels)
Model atap banyak sekali ragamnya. (Foto:Pexels)

Model atap banyak sekali ragamnya. (Foto:Pexels)

Tentunya ada banyak jenis atap lainnya selain atap pelana. Atap pelana sendiri memang sederhana pembuatannya dan memiliki banyak kelebihan, tapi ada variasi model atap lainnya yang bisa Anda temukan. Berikut ini penjelasan lengkap atap bentuk pelana dan atap jenis lainnya juga:

1. Atap Pelana

Jenis atap pelana yang sering ditemukan. (Foto:Pexels)
Jenis atap pelana yang sering ditemukan. (Foto:Pexels)

Jenis atap pelana yang sering ditemukan. (Foto:Pexels)

Melansir dari Build, Atap pelana bentuknya mirip pelana kuda, yang memiliki sisi miring, sementara sisi lainnya berupa dinding segitiga. Atap pelana memiliki kemiringan 30-40 derajat sehingga akan tercipta ruangan di dalam plafon. Kemiringan ini dapat disesuaikan secara menjulang atau landai. Namun sebaiknya tidak dibuat terlalu menjulang agar genteng tidak mudah lepas, serta tidak terlalu landai agar air hujan tidak tergenang.

Atap pelana memiliki banyak kelebihan antara lain pengerjaannya relatif cepat karena konstruksinya sederhana. Bahan yang diperlukan untuk membuat model atap ini juga lebih sedikit sehingga lebih murah dari segi biaya. Atap pelana memiliki risiko bocor yang kecil karena air hujan akan langsung mengalir ke bawah. Ini dikarenakan tidak ada pertemuan arah air yang berbeda-beda, sehingga atap ini tidak memerlukan talang yang rentan bocor. Namun, atap pelana juga memiliki kekurangan yaitu air hujan yang mengalir akan menjadi lebih kencang. Bagian dinding segitiga lebih sering terkena hujan dan angin, serta terpapar sinar matahari.

2. Atap Perisai

Atap perisai yang bentuknya seperti limas. (Foto: modushome.com)
Atap perisai yang bentuknya seperti limas. (Foto: modushome.com)

Atap perisai yang bentuknya seperti limas. (Foto: modushome.com)

Atap perisai atau limasan memiliki bentuk seperti limas yang terdiri dari 4 bidang. Dua bidang berbentuk segitiga bertemu pada satu garis bubungan jurai. Sementara dua bidang lain berbentuk trapesium bertemu pada garis bubungan atas atau pada nook. Karena desainnya melebar seimbang dan presisi di semua sisi, atap ini akan memberikan perlindungan merata pada rumah.

3. Atap Gergaji

Atap gergaji memiliki bidang-bidang yang tidak sama lerengnya sehingga seolah seperti gergaji. (Foto: Inhabitat.com)
Atap gergaji memiliki bidang-bidang yang tidak sama lerengnya sehingga seolah seperti gergaji. (Foto: Inhabitat.com)

Atap gergaji memiliki bidang-bidang yang tidak sama lerengnya sehingga seolah seperti gergaji. (Foto: Inhabitat.com)

Atap gergaji merupakan model atap yang terdiri dari dua bidang atap atau lebih yang tidak sama lerengnya sehingga seolah seperti gergaji. Model atap gergaji lumrah digunakan untuk bangunan pabrik, gudang atau bengkel, karena mampu melindungi pekerja dan mesin-mesin pabrik dari sinar matahari langsung. Namun sekarang bentuk atap unik ini semakin banyak diminati untuk digunakan di rumah tinggal, terutama untuk rumah gaya industrial.

4. Atap Datar

Model atap datar akan menciptakan kesan rumah minimalis modern dengan tampilan ringkas dan elegan. (Foto: Homedit.com)
Model atap datar akan menciptakan kesan rumah minimalis modern dengan tampilan ringkas dan elegan. (Foto: Homedit.com)

Model atap datar akan menciptakan kesan rumah minimalis modern dengan tampilan ringkas dan elegan. (Foto: Homedit.com)

Atap ini berbentuk datar dengan bidang permukaan rata, horizontal, memanjang, serta tanpa pertemuan sisi. Kelebihan atap ini adalah bentuknya yang minimalis, sehingga cocok untuk kesan rumah minimalis modern dengan tampilan ringkas dan elegan. Sementara kekurangan atap datar antara lain menyebabkan suhu dalam rumah menjadi panas sehingga harus diperhitungkan sirkulasi udaranya.

Tip Rumah

Jika Anda memilih atap berbentuk datar, pastikan air hujan masih bisa mengalir dengan membuat kemiringan di sudut tertentu.

5. Atap Sandar

Penggunaan atap sandar menciptakan kesan minimalis modern yang futuristik. (Foto: Superdraf.com.au)

Atap sandar atau sengkuap adalah model atap yang berbentuk satu bidang atap yang bersandar atau menempel pada tembok vertikal. Model atap ini lumrahnya digunakan untuk atap tambahan di emperan atau selasar rumah. Namun sekarang juga digunakan untuk atap rumah atau bangunan utama. Kebanyakan hunian kontemporer juga sudah menggunakan atap gaya ini untuk memberi sentuhan atraktif.

6. Atap Tenda

Model atap ini memiliki kemiringan yang sama. (Foto: Pexel - Stocksnap)
Model atap ini memiliki kemiringan yang sama. (Foto: Pexel - Stocksnap)

Model atap ini memiliki kemiringan yang sama. (Foto: Pexel - Stocksnap)

Model atap ini disebut atap tenda karena memiliki kemiringan bidang atap sama. Atap model ini biasanya digunakan pada bangunan yang memiliki bentuk persegi, yaitu sama panjang dan lebarnya. Bentuk jenis atap ini berupa empat bidang yang berukuran sama dan kemudian bertemu pada satu titik di puncak.

7. Atap Kubah

Atap kubah yang berbentuk melengkung setengah bola dan biasa diadopsi untuk masjid dan gereja. (Foto: Dailymail.co.uk)
Atap kubah yang berbentuk melengkung setengah bola dan biasa diadopsi untuk masjid dan gereja. (Foto: Dailymail.co.uk)

Atap kubah yang berbentuk melengkung setengah bola dan biasa diadopsi untuk masjid dan gereja. (Foto: Dailymail.co.uk)

Model atap selanjutnya adalah atap kubah yang berbentuk melengkung setengah bola. Jenis atap ini biasa digunakan untuk bangunan masjid dan gereja. Namun lambat laun, model atap kubah ini juga diadopsi untuk arsitektur pada museum, gedung konser, gedung pertemuan, atau gedung yang digunakan untuk kesenian.

2. Atap Pelana Banyak Digunakan untuk Kenyamanan Rumah

Atap pelana memiliki berbagai macam kelebihan.  (Foto: Pexels - Sindre Storm)
Atap pelana memiliki berbagai macam kelebihan. (Foto: Pexels - Sindre Storm)

Atap pelana memiliki berbagai macam kelebihan. (Foto: Pexels - Sindre Storm)

Nah, dari sekian banyak model atap di atas, atap pelana bisa dibilang salah satu yang cukup populer. Selain karena struktur atap yang sederhana dan mudah dibuat, materialnya juga cukup mudah ditemukan, seperti kayu dan besi, atau dinding untuk menghemat biaya. Selain hemat waktu pengerjaan, atap model pelana juga hemat biaya pembuatan. Itulah sebabnya atap bentuk ini sangat diminati oleh banyak kalangan masyarakat dan bisa ditemukan di mana saja di Indonesia.

Material pembuatan rangka atap pelana juga bervariasi seperti kayu, besi, atau baja ringan. Namun dari segi efisiensi baik untuk waktu maupun biaya pembuatan atap pelana, baja ringan bisa jadi pilihan tepat. Dengan material yang tepat niscaya atap pelana akan lebih awet dan membuat rumah makin nyaman bagi keluarga. Memperhitungkan kualitas tentunya sangat penting bagi Anda yang hendak membangun rumah dengan atap pelana. Nah, jika Anda memang sedang mencari rumah, berikut listing rumah di wilayah Jakarta Timur 3 kamar tidur.

3. 5 Jenis Atap Pelana

Terdapat 5 jenis atap pelana yang dapat Anda implementasikan. (Foto: Pexels - Alleksana)
Terdapat 5 jenis atap pelana yang dapat Anda implementasikan. (Foto: Pexels - Alleksana)

Terdapat 5 jenis atap pelana yang dapat Anda implementasikan. (Foto: Pexels - Alleksana)

Jenis atap pelana memang paling umum digunakan dalam proses pembangunan rumah. Atap pelana juga memiliki berbagai macam jenis yang dapat menjadi inspirasi bagi Anda yang sedang membangun rumah. Macam- macam atap pelana antara lain:

1) Box Gable Roof

Jenis ini merupakan model yang mirip atap pelana kebanyakan. (Foto: Curtis Adams)
Jenis ini merupakan model yang mirip atap pelana kebanyakan. (Foto: Curtis Adams)

Jenis ini merupakan model yang mirip atap pelana kebanyakan. (Foto: Curtis Adams)

Jenis atap pelana ini memiliki perpanjangan segitiga dengan bagian berbentuk kotak pada tiap ujung rumah. Atap ini sangat mirip dengan standar atap pelana pada umumnya, yang membedakan hanyalah desain bagian segitiganya.

2) Front Gable

Jenis atap ini banyak digunakan rumah bergaya kolonial. (Foto: Pixabay - Hans Braxmeier)
Jenis atap ini banyak digunakan rumah bergaya kolonial. (Foto: Pixabay - Hans Braxmeier)

Jenis atap ini banyak digunakan rumah bergaya kolonial. (Foto: Pixabay - Hans Braxmeier)

Front gable ditempatkan di depan rumah, dengan pintu depan yang biasanya ditaruh di bawah atap pelana. Jenis atap pelana ini umumnya ada diantara rumah-rumah bergaya kolonial, tetapi desainnya juga semakin populer.

3) Cross Gable Roof

Model atap ini memiliki layout rumah yang lebih kompleks. (Foto: Pexels - Binyamin Mellish)
Model atap ini memiliki layout rumah yang lebih kompleks. (Foto: Pexels - Binyamin Mellish)

Model atap ini memiliki layout rumah yang lebih kompleks. (Foto: Pexels - Binyamin Mellish)

Jenis cross gable roof terdiri dari dua atau lebih garis atap pelana yang berpotongan pada sudut, seringnya dengan dua bubungan yang ditempatkan tegak lurus satu sama lain. Rumah-rumah dengan jenis atap ini memiliki layout yang lebih kompleks karena perubahan bentuk pelana yang melintang pada struktur rumah.

4) Gable Roof with Shed Roof Addition

Jenis atap ini cocok bagi Anda yang ingin memperluas ruangan tanpa harus melakukan banyak perubahan. (Foto: Pexels - Вахтбович Максим)
Jenis atap ini cocok bagi Anda yang ingin memperluas ruangan tanpa harus melakukan banyak perubahan. (Foto: Pexels - Вахтбович Максим)

Jenis atap ini cocok bagi Anda yang ingin memperluas ruangan tanpa harus melakukan banyak perubahan. (Foto: Pexels - Вахтбович Максим)

Perubahan tipikal untuk perpanjangan atap pelana yang sudah ada dilakukan untuk menambahkan atap gudang ke bubungan atap pelana. Desain jenis atap ini sangat populer bagi pemilik properti yang ingin memperluas rumah karena memberikan banyak ruang tanpa harus sepenuhnya merubah struktur dan estetika dari atap tersebut.

5) Dutch Gable Roof

Desain atap ini menambah keestetikan rumah Anda. (Foto: Pexels – Pixabay)
Desain atap ini menambah keestetikan rumah Anda. (Foto: Pexels – Pixabay)

Desain atap ini menambah keestetikan rumah Anda. (Foto: Pexels – Pixabay)

Jenis atap ini memiliki desain khas terdiri dari atap pelana yang ditempatkan dia atas jurai luar atap yang memberikan banyak ruang loteng. Desain ini juga populer untuk pemilik properti karena menambah daya tarik estetik pada rumah juga menyediakan ruangan tambahan.

4. 10 Plus Minus Jenis Atap Pelana

Tentu jenis atap pelana memiliki kelebihan dan kekerungan. (Foto: Pexels – Maria Orlova)
Tentu jenis atap pelana memiliki kelebihan dan kekerungan. (Foto: Pexels – Maria Orlova)

Tentu jenis atap pelana memiliki kelebihan dan kekerungan. (Foto: Pexels – Maria Orlova)

Selain hal-hal di atas, atap pelana masih memiliki banyak kelebihan dan kekurangan masing-masing juga. Ketahui plus minus atap pelana berikut ini terlebih dahulu sebelum Anda memutuskan untuk membangun model atap ini di hunian Anda, ya.

1. Pemasangan Praktis dan Mudah

Karena bentuk dan strukturnya yang sederhana, proses pemasangan atap pelana memang terbilang lebih cepat. Anda tinggal menyesuaikan kemiringan atap pelana dengan kebutuhan atau model yang Anda inginkan.

2. Struktur Material Lebih Hemat

Material yang dibutuhkan untuk membangun atap pelana juga tidak terlalu banyak sehingga Anda bisa menghemat biaya. Pemasangan yang cepat juga membuat Anda tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk jasa tukang.

3. Ruangan Menjadi Lebih Sejuk

Kemiringan atap pelana juga membuatnya memiliki daya serap panas yang lebih maksimal sehingga ruangan di dalamnya menjadi lebih sejuk. Ruang kosong di bawah atap pelana sebaiknya anda pasangi plafon juga untuk membuat udara makin sejuk.

4. Implementasinya Fleksibel

Atap bentuk pelana cocok untuk banyak gaya arsitektur. (Foto:Pexels)
Atap bentuk pelana cocok untuk banyak gaya arsitektur. (Foto:Pexels)

Atap bentuk pelana cocok untuk banyak gaya arsitektur. (Foto:Pexels)

Implementasi model atap pelana memang fleksibel untuk segala konsep arsitektur hunian. Mulai dari yang tradisional, modern, minimalis, hingga kontemporer dapat menggunakan atap pelana.

5. Tidak Mudah Bocor

Dengan struktur atap pelana yang miring, air hujan akan jatuh mengalir bebas ke bawah secara otomatis dan tidak akan ada genangan air di atas atap. Karenanya, kemungkinan untuk bocor juga menjadi lebih kecil.

6. Rentan Terhadap Terjangan Badai

Jika Anda tinggal di daerah dengan banyak angin kencang, mungkin perlu mempertimbangkan risiko atap pelana. Segitiga atap pelana yang menjadi tumpuan atap sangatlah penting, dan jika kekuatannya tidak seimbang di kedua sisi, angin kencang atau badai dapat meningkatkan risiko roboh.

7. Risiko Beban Air Hujan yang Sangat Deras

Atap bentuk pelana rentan terhadap beban air yang deras. (Foto:Pexels)
Atap bentuk pelana rentan terhadap beban air yang deras. (Foto:Pexels)

Atap bentuk pelana rentan terhadap beban air yang deras. (Foto:Pexels)

Karena hanya memiliki 2 sisi, aliran air hujan akan menerpa atap pelana dengan deras. Jika sudut kemiringan atap pelana terlalu landai, beban air hujan pada atap pelana akan membuatnya menjadi rentan roboh.

8. Kemungkinan Mudah Retak

Akibat terpaan hujan dan sinar matahari terus menerus, dinding segitiga yang menopang atap pelana akan mudah mengalami keretakan. Siasati dengan menggunakan cat eksterior khusus yang dapat melindungi dari elemen cuaca.

9. Ada Kemungkinan Roboh

Atap pelana yang melindungi penghuni rumah dari segala elemen cuaca pastilah terpapar sinar matahari, hujan, dan angin kencang. Jika tidak menggunakan material yang benar dan dipasang dengan tepat, kemungkinan roboh dapat lebih besar.

10. Membutuhkan Pemasangan yang Cermat dan Teliti

Pemasangan atap pelana harus teliti dan cermat. (Foto: Pexels - Burst)
Pemasangan atap pelana harus teliti dan cermat. (Foto: Pexels - Burst)

Pemasangan atap pelana harus teliti dan cermat. (Foto: Pexels - Burst)

Untuk menghindari keretakan dan roboh, Anda harus membangun jenis atap pelana dengan cermat. Lakukan perhitungan yang seksama. Kemiringan ideal atap pelana adalah 30-40 derajat. Sewa jasa tukang ahli untuk memasang jenis atap pelana dengan benar pada rumah Anda.

4. 7 Jenis Atap Berdasarkan Material Bangunan dan Harganya

Untuk membangun atap dapat menggunakan berbagai macam material. (Foto: Pexels – Pixabay)
Untuk membangun atap dapat menggunakan berbagai macam material. (Foto: Pexels – Pixabay)

Untuk membangun atap dapat menggunakan berbagai macam material. (Foto: Pexels – Pixabay)

Atap rumah selain indah dilihat, juga harus kuat dan kokoh agar bisa melindungi rumah dengan sempurna. Karena itu pemilihan material atap sangat penting. Material atap yang kuat akan mampu bertahan lama dan tidak mudah rusak. Berikut adalah jenis atap menurut material bangunan yang bisa Anda pilih untuk rumah idaman Anda.

1. Bahan Liat

Atap dengan genteng tanah liat dapat menyerap panas dengan efektif. (Foto:Pexels)
Atap dengan genteng tanah liat dapat menyerap panas dengan efektif. (Foto:Pexels)

Atap dengan genteng tanah liat dapat menyerap panas dengan efektif. (Foto:Pexels)

Atap jenis ini diproduksi dengan melalui dua proses, yaitu proses press dan pembakaran. Atap dari bahan liat digemari karena ekonomis, awet, dan kuat. Coba pertimbangkan jenis atap dengan bahan tanah liat ini untuk diterapkan di hunian Anda. Harga genteng dengan bahan tanah liat cukup terjangkau, sekitar Rp. 2.750 per buah. Tentu harga dapat berbeda-beda tergantung dari toko dan merek genteng.

2. Bahan Aspal

Jenis atap ini diproduksi dengan memadukan fiberglass dan aspal yang dilapisi mineral. Atap ini memiliki kelebihan yaitu praktis, ringan, tahan api, dan anti jamur. Sebagai patokan harga per m2 Rp. 282.000 untuk merek Bitumen Tegola Top Single Tradisional.

3. Bahan Metal

Material rumah dengan atap seng mudah sekali untuk ditemukan. (Foto:Pixabay)
Material rumah dengan atap seng mudah sekali untuk ditemukan. (Foto:Pixabay)

Material rumah dengan atap seng mudah sekali untuk ditemukan. (Foto:Pixabay)

Jenis atap ini diproduksi dengan memadukan fiberglass dan aspal yang dilapisi mineral. Atap ini memiliki kelebihan yaitu praktis, ringan, tahan api, dan anti jamur. Sebagai patokan harga per m2 Rp. 282.000 untuk merek Bitumen Tegola Top Single Tradisional.

4. Bahan Keramik

Jenis atap rumah keramik awet, tahan lama, minim perawatan, serta ramah lingkungan. Atap dari bahan keramik memiliki kesan mewah dan cocok untuk hunian dengan arsitektur Mediterania. Sebagai gambaran Genteng Keramik Utama menjual dengan harga Rp. 18.650 per buah.

5. Bahan Beton

Atap dengan material beton lebih kokoh dan tahan lama. (Foto: Pexels – PixaSquare)
Atap dengan material beton lebih kokoh dan tahan lama. (Foto: Pexels – PixaSquare)

Atap dengan material beton lebih kokoh dan tahan lama. (Foto: Pexels – PixaSquare)

Jenis atap rumah keramik awet, tahan lama, minim perawatan, serta ramah lingkungan. Atap dari bahan keramik memiliki kesan mewah dan cocok untuk hunian dengan arsitektur Mediterania. Sebagai gambaran Genteng Keramik Utama menjual dengan harga Rp. 18.650 per buah.

Mengenal Baja Ringan: Harga, Kelebihan, dan Kekurangannya
Mengenal Baja Ringan: Harga, Kelebihan, dan Kekurangannya

Tips Rumah dan Apartemen

Mengenal Baja Ringan: Harga, Kelebihan, dan Kekurangannya

6. Gypsum

Jenis atap rumah keramik awet, tahan lama, minim perawatan, serta ramah lingkungan. Atap dari bahan keramik memiliki kesan mewah dan cocok untuk hunian dengan arsitektur Mediterania. Sebagai gambaran Genteng Keramik Utama menjual dengan harga Rp. 18.650 per buah.

7. PVC

PVC atau polivinil kloridajuga cukup populer sebagai material. Uniknya bagian luarnya sudah memiliki pola atau motif sehingga tidak perlu finishing oleh tukang. Dan yang paling penting, plafon ini kuat di area lembab. Harga PVC dari Genteng West Roof di patok sekitar Rp. 480.000 per buah.

Itulah dia ulasan mengenai berbagai macam jenis atap berdasarkan material, khususnya atap pelana. Apakah Anda sudah tahu jenis atap mana yang cocok untuk rumah Anda? Jika bingung, pilih saja atap pelana yang fleksibel dan cocok untuk gaya arsitektur hunian apa saja.

Rumah bisa memberikan kenyamanan yang tak bisa diungkapkan. Terus apa sih enaknya punya rumah sendiri? Simak selengkapnya di video berikut ini.

 

Itu dia ulasan mengenai atap pelana, juga model atap lainnya berdasarkan material. Apakah Anda sudah tahu atap mana yang cocok untuk Anda? Jika bingung, pilih saja atap pelana yang fleksibel dan cocok untuk gaya arsitektur hunian apa saja. Jangan lupa untuk melakukan pemasangan yang tepat ya agar atap pelana rumah Anda tahan lama dan bebas masalah.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya