Seputar Beton Bertulang, Jenis, Fungsi, dan Kelebihannya

·Bacaan 7 menit
Seputar Beton Bertulang, Jenis, Fungsi, dan Kelebihannya
Seputar Beton Bertulang, Jenis, Fungsi, dan Kelebihannya

Rumahcom – Dalam mendirikan sebuah bangunan, kekuatan dan kekokohan menjadi salah satu elemen yang harus ada. Banyak cara dapat Anda lakukan untuk memperkokoh bangunan. Salah satunya dengan menggunakan beton bertulang. Istilah beton bertulang ini akan cukup Anda jumpai ketika Anda mendirikan sebuah bangunan yang memiliki lantai lebih dari satu. Di sini akan dibahas mengenai beton bertulang dalam 3 sesi, yaitu

  1. Pengertian Beton Bertulang

  2. Jenis dan Fungsi Struktur Beton Bertulang
    1. Kolom Beton
    2. Tulangan Beton
    3. Balok Beton
    4. Plat Beton

  3. Kelebihan dan Kekurangan Beton Bertulang

Pahami Sertifikat dan Surat Perjanjian, Properti Anda Aman!
Pahami Sertifikat dan Surat Perjanjian, Properti Anda Aman!

Mengurus Sertifikat Tanah, Hukum dan Pajak Properti

Pahami Sertifikat dan Surat Perjanjian, Properti Anda Aman!

1. Pengertian Beton Bertulang

Instalasi beton bertulang membutuhkan waktu yang lebih lama. (foto: Shanco)
Instalasi beton bertulang membutuhkan waktu yang lebih lama. (foto: Shanco)

Instalasi beton bertulang membutuhkan waktu yang lebih lama. (foto: Shanco)

Dilansir dari Wikipedia, beton bertulang adalah sebuah material yang menggabungkan dua bahan, beton dan tulangan baja, di mana beton yang memiliki kekuatan dan elastisitas rendah dan tulangannya yang memiliki kekuatan dan elastisitas tinggi sehingga beton menjadi lebih kuat dan lebih elastis. Biasanya tulangan terbuat dari baja dan ditanam di dalam beton sebelum beton tersebut dipasang. Hal ini umumnya dilakukan untuk menahan tegangan pada daerah tertentu yang dapat menyebabkan keretakan atau kegagalan struktural.

Beton bertulang modern mengandung berbagai macam bahan penguat seperti baja, polimer, atau material lainnya, baik dengan tulang atau tidak. Beton bertulang juga dapat mengalami tekanan permanen sehingga dapat meningkatkan sifat – sifat struktur bangunan ketika dikenakan beban. Di Amerika Serikat, cara yang paling sering digunakan untuk melakukan hal ini disebut dengan pre – tensioning dan post – tensioning. Agar konstruksi yang dihasilkan kuat, elastis dan tahan lama, material untuk tulang harus memiliki kekuatan yang tinggi, elastisitas yang tinggi, mampu menempel beton dengan baik, tahan panas dan tahan korosi dan tekanan yang berkelanjutan.

Beton bertulang banyak dipakai dalam sebuah konstruksi sebagai pelat, dinding, balok, pilar, pondasi dan lainnya. Beton bertulang dapat dipasang melalui 2 cara, yaitu dicetak terlebih dahulu baru dipasang dan dicor di tempat. Perancangan dan penerapan sistem lantai yang paling efisien adalah kunci untuk menciptakan struktur bangunan yang optimal. Perubahan kecil dalam desain sistem lantai akan berdampak besar pada biaya bahan, jadwal konstruksi, kekuatan, biaya operasi, tingkat hunian dan penggunaan dari bangunan. Tanpa penguatan, membangun struktur modern dengan material beton tidak mungkin dilakukan.

Terkadang, beton bertulang gagal karena kekuatan yang tidak memadai, yang menyebabkan kegagalan mekanis, atau karena pengurangan daya tahannya. Korosi dan pembekuan atau pelelehan dapat merusak beton bertulang yang dirancang dan dibangun dengan buruk. Ketika tulangan terkorosi, karat akan meluas dan cenderung mengelupas, memecahkan beton dan melepaskan tulangan dari beton.

Beton bertulang pertama kali digunakan oleh François Coignet untuk membangun struktur bangunan. Pada 1853, Coignet membangun struktur besi beton bertulang pertama, rumah empat lantai di 72 rue Charles Michels di pinggiran kota Paris. Deskripsi Coignet tentang beton bertulang menunjukkan bahwa dia tidak melakukannya untuk menambah kekuatan pada beton tetapi untuk menjaga dinding tetap tegak. Pada 1854, seorang insinyur asal Inggris, William B. Wilkinson, memperkuat atap dan lantai beton di rumah dua lantai yang sedang dibangunnya. Posisi penguatannya menunjukkan bahwa, tidak seperti pendahulunya, ia memiliki pengetahuan tentang daya regang.

Joseph Monier, seorang tukang kebun Prancis pada abad 19 dan dikenal sebagai salah satu penemu utama beton bertulang, diberikan hak paten untuk pot bunga yang diperkuat dengan cara mencampurkan sebuah jala kawat ke kerangka adukan semen. Pada tahun 1877, Monier diberikan hak paten lain untuk teknik yang lebih maju dalam memperkuat kolom beton dan balok dengan batang besi yang dipasang dengan pola berbentuk jaringan. Meskipun Monier tanpa ragu mengetahui dengan menguatkan beton akan meningkatkan penyatuan bagian dalamnya, yang dia sendiri kurang mengetahui seberapa besar penguatan akan menambah keelastisitasan beton tersebut.

Sebelum 1877 penggunaan konstruksi beton, meskipun berasal dari Kekaisaran Romawi dan telah diperkenalkan kembali pada awal tahun 1800, belum merupakan teknologi ilmiah yang terbukti. Seorang warga Amerika Serikat dari New York, Thaddeus Hyatt, menerbitkan laporan berjudul "An Account of Some Experiments with Portland – cement – Concrete Combined with Iron as a Building Material, with Reference to Economy of Metal in Construction and for Security against Fire in the Making of Roofs, Floors, and Walking Surfaces” dimana ia melaporkan eksperimennya tentang perilaku beton bertulang. Karyanya memainkan peran utama dalam evolusi konstruksi beton sebagai ilmu yang terbukti dan dipelajari. Tanpa pekerjaan Hyatt, metode yang hanya mengAndalkan percobaan dan kegagalan akan lebih diAndalkan untuk kemajuan teknologi yang mana metode ini sangat berbahaya bagi manusia.

Saat membangun rumah, beton bertulang pasti digunakan untuk memberikan ketahanan yang kuat pada bangunan rumah. Anda yang tertarik ingin bangun rumah sendiri kisaran Rp400-Rp500 juta di Surabaya, cek pilihan rumah terlengkap di sini.

Baca Juga: Mau Bikin Dak Beton? Kenali Kelebihan, Kekurangan dan Biayanya

2. Jenis dan Fungsi Struktur Beton Bertulang

Struktur Beton Bertulang perlu dibuat secara berhati-hati. (foto: Designing Buildings Wiki)
Struktur Beton Bertulang perlu dibuat secara berhati-hati. (foto: Designing Buildings Wiki)

Struktur Beton Bertulang perlu dibuat secara berhati-hati. (foto: Designing Buildings Wiki)

Beton bertulang terdiri dari beberapa elemen struktur. Diantaranya adalah kolom, tulangan, balok, dan plat. Berikut ini penjelasan mengenai masing – masing struktur yang dilansir dari Pengadaan.

a. Kolom Beton

Kolom merupakan komponen suatu bangunan bertingkat yang berfungsi sebagai penyalur beban yang berasal dari beban diatas plat, berat plat itu sendiri, dan balok yang kemudian akan disalurkan ke pondasi. Pada umumnya, kolom berbentuk bujur sangkar, persegi panjang atau bulat. Posisi penulangan dapat dibentuk secara simetri atau mengelilingi tiap sisi.

b. Tulangan Beton

Tulangan beton dapat berupa baja polos dan berulir. Tulangan harus memiliki kekuatan yang tinggi, elastis, dapat menyatu dengan beton, tahan panas serta tahan korosi dan tekanan yang berkelanjutan.

c. Balok Beton

Balok beton berfungsi untuk menyalurkan beban dari pelat ke kolom yang pada akhirnya disalurkan ke pondasi. Pada umumnya, balok beton dicor secara monolit dengan plat dan secara struktural bertulang tunggal atau gAnda. Akibatnya, balok memiliki penampang persegi, berbentuk huruf T dan L. Balok beton memiliki beberapa jenis penguatan, yaitu balok bertulang tunggal, bertulang gAnda, kurang bertulang, bertulang lebih dan bertulang seimbang.

d. Plat Beton

Pelat beton adalah sebuah struktur yang dibuat untuk keperluan seperti lantai bangunan, atap dan sebagainya dengan bidang permukaan yang arahnya horizontal. Pada plat, beban akan bekerja secara tegak lurus kemudian disalurkan ke dinding, balok, kolom, atau tanah karena letaknya yang ditumpu oleh dinding, balok dan kolom atau bisa juga diletakan langsung di tanah. Ketebalan bidang untuk plat sangatlah kecil bila dibandingkan dengan panjang dan lebarnya. Plat dibagi menjadi 2 kategori berdasarkan perbandingan panjang antara bentang panjang terhadap bentang pendek. Apabila nilai perbandingan bentang panjang terhadap bentang pendek adalah lebih dari atau sama dengan 2, maka plat tersebut dikategorikan sebagai plat satu arah. Jika kurang dari 2, maka dianggap sebagai pelat dua arah.

Tip Rumah

Pastikan beton bertulang Anda sudah kering dengan sempurna sebelum melanjutkan proses konstruksi untuk mendapatkan bangunan dengan kekuatan struktural yang baik.

3. Kelebihan dan Kekurangan Beton Bertulang

Tembok yang dibuat dengan teknik beton bertulang memiliki kekuatan struktural yang jauh lebih baik. (foto: ArchiExpo)
Tembok yang dibuat dengan teknik beton bertulang memiliki kekuatan struktural yang jauh lebih baik. (foto: ArchiExpo)

Tembok yang dibuat dengan teknik beton bertulang memiliki kekuatan struktural yang jauh lebih baik. (foto: ArchiExpo)

Dalam penggunaannya, beton bertulang memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut kelebihan dan kekurangan yang dimiliki beton bertulang yang perlu Anda ketahui lebih lanjut:

Kelebihan

Kekurangan

Bahan – bahannya mudah didapat

Memerlukan penahan ketika proses pengeringan.

Harganya lebih ekonomis dan biaya pemeliharaan yang rendah

Memiliki bobot yang berat.

Mudah dibentuk sesuai keinginan

Membutuhkan cetakan dan tiang acuan selama proses pengerjaan berlangsung.

Materialnya memiliki daya tahan tekanan yang tinggi

Ukuran beton yang relatif besar sehingga membutuhkan ruang instalasi yang lebih luas.

Tahan api dan air

Sifat beton bervariasi tergantung dari bahan campuran dan cara mengaduknya. Apabila pengadukan tidak sempurna maka kualitasnya akan berkurang.

Dapat dicetak menjadi berbagai bentuk

Proses pembuatan adonan, penuangan dan perawatan harus dilakukan secara teliti untuk meminimalisir terjadinya kesalahan.

Demikian sekilas mengenai beton bertulang. Semoga artikel ini memberikan pengetahuan baru bagi Anda. Pilihlah material yang berkualitas untuk mendirikan rumah Anda sehingga Anda dan penghuni lainnya dapat berlindung dari berbagai macam bencana alam.

Apakah Anda memiliki rencana untuk membeli sebuah apartemen? Simaklah video berikut ini untuk mengetahui cara mengajukan Kredit Pemilikan Apartemen yang mudah dan bisa Anda lakukan sendiri!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya