Seragam Basah Ajudan Jokowi, Pengusaha Borong 7 Ton Emas Antam

Dedy Priatmojo
·Bacaan 4 menit

VIVA – Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kalimantan Selatan dalam rangka meninjau bencana banjir besar yang merendam ribuan rumah dan fasilitas umum, serta penyaluran bantuan korban, mendapat sorotan.

Sebelumnya beredar foto-foto rombongan mobil Presiden menembus banjir di Kalsel. Rombongan Presiden melintasi banjir di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten Banjar, dibawah guyuran hujan yang terus menerus turun di wilayah tersebut.

Namun bukan Jokowi saja yang jadi sorotan kala kunjungan ke Kalsel di tengah hujan deras dan banjir. Sosok Kolonel Kolonel Inf Rudy Saladin juga menarik perhatian saat mengawal Jokowi dengan seragam dinas yang basah kuyup.

Kabar seputar ajudan Jokowi dengan seragam basah itu pun menjadi salah satu berita terpopuler di laman VIVA, Selasa, 19 Januari 2021. Selain itu, masih banyak berita-berita lain yang menarik untuk disimak para pembaca setia VIVA.co.id.

Berikut lima berita terpopuler VIVA.co.id, Selasa, 19 Januari 2021:

1. Seragam Basah Kolonel Rudy Ajudan Jokowi Jadi Sorotan

Presiden Jokowi mengunjungi lokasi banjir di Kalimantan Selatan pada Senin 18 Januari 2021. Jokowi ke sana didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan juga pengawal yang selalu melekat. Ada pemandangan yang unik dan akhirnya menjadi sorotan. Yakni soal ajudan Jokowi dari kalangan TNI.

Foto yang diperoleh VIVA dari Biro pers Istana Presiden menampilkan Jokowi sedang berada di Kalimantan Selatan. Dia bertemu dengan dua anak-anak di pinggir jalan sambil memberikan dua kotak donat salah satu merk terkenal.

Saat ke sana, cuaca sedang hujan yang cukup deras, Jokowi menuju Kabupaten Banjar, tepatnya memantau di jembatan Pakauman, Kecamatan Martapura Timur untuk melihat kondisi sungai yang masih meluap.

Jokowi, Menteri PUPR terlihat menggunakan payung saat memantau karena hujan masih turun deras, namun para pengawal Jokowi tidak pakai payung hingga akhirnya baju para pengawalnya basah lepek.

Baca selengkapnya di tautan ini

2. Potongan Tubuh Ditemukan Nelayan di Muara Gembong, dari Mana?

Seorang nelayan di Pantai Muara Gembong, Kabupaten Bekasi berhasil menemukan potongan tubuh manusia diduga korban pesawat Sriwijaya SJ 182. Nelayan bernama Tabroni menemukan potongan tubuh manusia yang sudah mulai rusak akibat terendam air.

“Awalnya, saya hendak melihat tambak ikan saya karena kondisi laut sedang pasang. Selagi saya berjalan melihat benda mencurigakan, saat didekati ternyata potongan kaki manusia,” kata Tabroni pada Senin 18 Januari 2021.

Melihat temuannya itu, Tabroni mengaku, langsung melaporkan kejadian tersebut ke aparat RT setempat, kemudian diteruskan ke Polsek Muara Gembong. “Saya buru-buru lapor, biar bisa ditangani,” katanya.

Baca selengkapnya di tautan ini

3. Banyak Negara Tak Punya Duit Beli Vaksin, Sri Mulyani: Kita Beruntung

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, Indonesia beruntung telah mampu mengamankan vaksin COVID-19. Sebab, ditegaskannya, banyak negara miskin yang tidak memiliki akses untuk mendapatkan vaksin karena keterbatasan biaya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo mengklaim bahwa Indonesia telah mampu mengamankan sebanyak 426 juta dosis vaksin, yang berasal dari 4 perusahaan di negara-negara yang berbeda. Vaksin-vaksin tersebut dikirimkan secara berangsur-angsur.

"Jadi kita beruntung sudah bisa men-secure suatu jumlah vaksin yang dibutuhkan untuk Indonesia, bisa mendapatkan apa yang disebut herd immunity," kata dia saat rapat kerja dengan Komite IV DPD, Selasa, 19 Januari 2021.

Baca selengkapnya di tautan ini

4. Kader Muhammadiyah Jadi Ketua KY, Haedar Nashir: Semoga Amanah

Kader Muhammadiyah yang juga Guru besar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Mukti Fajar Nur Dewata terpilih sebagai Ketua Komisi Yudisial (KY) periode 2021-2023.

Terkait itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pun memberikan ucapan selamat. Selain itu, Haedar juga berpesan agar Mukti Fajar dan rekan-rekan Komisi Yudisial yang terpilih dapat menegakkan keadilan di ranah hukum dengan sebaik-baiknya.

Haedar menjabarkan jika hukum dan keadilan mesti ditegakkan dengan perspektif yang luas dan bersendikan pada nilai Pancasila dan UUD 1945 yang kokoh, serta rasa keadilan masyarakat yang substantif.

"Komisi Yudisial dapat bekerja menegakkan hukum dengan sungguh-sungguh, objektif, jujur dan adil tidak membeda-bedakan jabatan, suku, agama, dan golongan tertentu serta melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab," ujar Haedar, Senin 18 Januari 2021.

Baca selengkapnya di tautan ini

5. Menang Gugatan dengan Antam, Siapa Budi Said si Pemborong Emas?

Pengadilan Negeri Surabaya mengabulkan gugatan seorang pengusaha asal Surabaya bernama Budi Said, terkait ganti rugi emas seberat 1.136 kilogram atau sekira 1,13 ton.

Masalah itu berawal dari kegiatan transaksi jual beli emas sebanyak tujuh ton dengan nilai mencapai Rp3,5 triliun yang dilakukan oleh Budi Said kepada marketing PT Antam, Eksi Anggraeni.

Dengan kemampuannya memborong emas sebanyak itu, siapa sebenarnya Budi Said?

Melalui penelusuran ke berbagai sumber, Budi Said diketahui merupakan seorang pengusaha kaya yang berdomisili di Surabaya. Saat ini dia menjabat sebagai Direktur Utama PT Tridjaya Kartika Grup, yang merupakan perusahaan di bidang properti.

Baca selengkapnya di tautan ini