Serahkan 500 Sertifikat PTSL, Bupati Anas Pesan ke Warga Tentukan Skala Prioritas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Banyuwangi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kembali melakukan safari menuntaskan penyerahan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). Kali ini, sebanyak 500 sertifikat dibagikan ke masyarakat Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo.

Usai penyerahan sertifikat, Anas berpesan, agar masyarakat bisa menekan gaya hidup yang berlebihan di tengah pandemi Corona (Covid-19) dengan tidak mudah menggadaikan sertifikat tanah.

Di tengah situasi yang serba sulit, Anas mengatakan, skala prioritas di tengah keluarga perlu dipikirkan, khususnya untuk memperkuat roda perekonomian, namun jangan sampai menggadaikan sertifikat tanah hanya untuk meningkatkan gaya hidup.

"Selamat kepada bapak ibu yang sekarang telah resmi memiliki surat tanah secara sah. Pesan saya, tentukan skala prioritas. Apabila butuh modal untuk usaha, sertifikat ini memang bisa menjadi jaminan di bank. Kalau memang tidak terlalu butuh dana, mending disimpan dengan baik," kata Anas, melalui keterangan tertulis, Jumat (20/11).

Dalam kesempatan tersebut, Anas juga meminta kepada warga agar mensosialisasikan program PTSL ini ke warga lain yang belum mempunyai sertifikat.

"Mungkin ada warga yang belum, bisa diberitahu dan bisa dihubungkan dengan desa untuk difasilitasi," ujarnya.

Total PTSL di Banyuwangi

Sebanyak 500 sertifikat dibagikan ke masyarakat Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo.
Sebanyak 500 sertifikat dibagikan ke masyarakat Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi, Damar Galih Widihast mengatakan penyerahan sertifikat ini sebagai kelanjutan dari penyerahan sertifikat PTSL yang beberapa waktu lalu diserahkan secara serentak se-Indonesia. Jumlah sertifikat PTSL di Banyuwangi yang sudah siap 12.062 sertifikat.

"Saya berharap sertifikat ini bisa bermanfaat untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendukung kegiatan perekonomian bapak ibu. Silahkan disimpan dan bila memungkinkan bisa dimanfaatkan dengan baik," tutur Damar.

Sementara itu, raut wajah gembira tampak dari para penerima sertifikat tanah tersebut. Tuminingsih, warga Dusun Curah Pecak, Desa Purwoharjo, mengaku sudah sejak kecil tinggal di rumah yang tidak memiliki sertifikat tanah.

"Rumah yang saya tinggali sekarang adalah peninggalan orang tua. Dari dulu juga nggak ada surat tanahnya. Alhamdulillah sekarang sudah punya sertifikat," katanya.

Anas Salurkan Insentif Guru Ngaji

Selain menyerahkan sertifikat PTSL, Anas juga menyerahkan insentif guru ngaji yang terus diberikan secara bertahap. Insentif guru ngaji yang diberikan Pemkab Banyuwangi di tahun 2020 berjumlah Rp 7,5 miliar, kepada 10.714 guru.

Kali ini, giliran 182 guru ngaji di Purwoharjo yang masing-masing mendapatkan Rp 700 ribu plus sembako. Kemudian 358 guru ngaji di Kecamatan Tegaldlimo dan 640 guru ngaji di Cluring.

(*)