Seramnya Bertemu Noni Belanda Berwajah Hancur di Gunung Dempo Pagar Alam

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Palembang - Gunung Dempo setinggi 3.159 Mdpl, menjadi salah satu kawasan konservasi yang berada di Kota Pagar Alam Sumatera Selatan (Sumsel).

Para pendaki pun kerap berdatangan dan mendaki Gunung Dempo, yang memiliki jalur yang berat dan terjal. Tak jarang para pendaki yang kelelahan, saat menapaki gunung yang dipercaya mempunyai kisah mistis tersendiri.

Seperti yang dialami Yuni (33), warga Palembang Sumsel yang beberapa tahun lalu pernah mendaki gunung bersama teman-temannya.

Sebagai mahasiswa pecinta alam, Yuni kerap mendaki Gunung Dempoyang juga menjadi salah satu wisata alam di Sumsel.

Saat itu, dia ingin merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia, di tanggal 17 Agustus beberapa tahun lalu. Yuni pun berangkat dari Palembang sendirian hingga sampai ke Kampung 4 di bawah kaki Gunung Dempo.

Di sana, dia naik gunung bersama teman-temannya yang kebetulan bertemu dengannya. Canda tawa pun mewarnai perjalanannya bersama teman-temannya.

Awalnya mereka ingin membangun tenda di Shelter 1 Gunung Dempo Pagar Alam. Namun karena padatnya pendaki jelang HUT RI di saat itu, akhirnya mereka memilih nge-camp di Shelter 2 yang berjarak berjam-jam dari Shelter 1.

“Kami memilih membuka tenda di Shelter 2 Gunung Dempo. Namun karena salah satu tenda kami rusak, akhirnya kami bertujuh orang akhirnya memadati satu tenda,” ucapnya kepada Liputan6.com, Kamis (30/9/2021).

Karena banyaknya orang di dalam satu tenda yang hanya berkapasitas 5 orang, akhirnya mereka tidur dengan posisi yang sangat rapat dan berjejer.

Noni Belanda Berwajah Seram

Kondisi Gunung Dempo Pagaralam (Alwi Alim/JawaPos.com)
Kondisi Gunung Dempo Pagaralam (Alwi Alim/JawaPos.com)

Yuni sendiri terpaksa memilih posisi duduk, karena tidak ada lagi tempat untuk merebahkan tubuhnya. Entah kenapa, ada yang membuatnya tertarik melihat sudut tenda di saat teman-temannya sudah tertidur.

“Tiba-tiba terpal tenda itu seakan tidak ada, pandangan saya tembus ke luar tenda,” katanya.

Dia pun terpana, karena seketika dia melihat sosok wanita cantik seperti noni Belanda berpakaian gaun tempo dulu.

Wanita cantik itu turun mendorong sepeda ontel, sembari tersenyum melihat Yuni. Semakin noni Belanda itu turun ke bawah, wajahnya langsung berubah hingga menjadi rusak dan berdarah-darah.

“Awalnya tidak sadar dan terpesona dengan noni Belanda itu. Tiba-tiba wajahnya langsung rusak dan mengerikan. Saya langsung tersadar dan menutup mata. Takut teriak, nanti teman-teman pada bangun dan ketakutan juga,” ujarnya.

Melihat 3 Kali

Pelataran Gunung Dempo Pagar Alam Sumsel yang menjadi salah satu jalur pendakian para pendaki (Liputan6.com / Nefri Inge)
Pelataran Gunung Dempo Pagar Alam Sumsel yang menjadi salah satu jalur pendakian para pendaki (Liputan6.com / Nefri Inge)

Namun entah kenapa, Yuni kembali lagi melihat sudut tenda dan kejadian tersebut kembali terulang lagi, bahkan hingga tiga kali terulang.

Hingga akhirnya, Yuni memaksakan dirinya untuk memejamkan mata dan tidak memikirkan apa yang dilihatnya dan Yuni pun akhirnya terlelap dengan posisi duduk.

“Besoknya saya bangun dan bertanya ke teman-teman di tenda lain. Ada yang belum tidur saat saya melihat peristiwa itu. Tapi mereka tidak melihat apapun, tidak ada satu orang pun yang lewat di malam itu,” katanya.

Walau pun mengalami kisah mistis yang mengerikan, tapi Yuni tidak pernah kapok untuk mendaki Gunung Dempo Pagar Alam Sumsel.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel