Serang dan Hina SBY, Profesor Yusuf Henuk Dilaporkan ke Polisi

Dedy Priatmojo, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kader Partai Demokrat melaporkan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), Profesor Yusuf Leonard Henuk ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara terkait cuitannya di Twitter yang menyerang dan dinilai menghina Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya barusan ditelepon mereka (kader Partai Demokrat). Kalau proses pengaduan (di Polda Sumut) sudah selesai," kata Ketua DPC Demokrat Kota Medan, Burhanuddin Sitepu kepada wartawan di Medan, Rabu petang, 13 Januari 2021.

Sebelum melaporkan Yusuf Henuk, Burhanuddin mengatakan Partai Demokrat lebih dulu mengumpulkan sejumlah bukti dari beberapa media online dan mendiskusikan sesama kader Partai Demokrat di Kota Medan.

"Berdasarkan berita online yang kita terima, ada suatu hal yang harus saya sikapi sebagai kader Partai Demokrat," ujar Burhanuddin.

Burhanuddin menilai cuitan Yusuf Henuk itu telah menghina dan menyerang pribadi SBY, sehingga patut diproses secara hukum.

"Saya suruh lah anggota menanggapi itu. Bagaimana soal pemberitaan ini, menurut kawan-kawan suatu penghinaan ini. Itu pencemaran nama baik, meremehkan. Sudah unsurnya, tidak mengenakkan. Saya sampaikan kepada mereka, kalian mempunyai hak melaporkan tindakan profesor ini terhadap Bapak SBY," jelasnya.

Ia menilai tidak layak seorang profesor yang berasal dari kampus ternama seperti USU memberikan pernyataan yang menyerang dan menghina seseorang. Apalagi yang dihina dan diserang itu adalah seorang presiden yang pernah mengabdi selama 10 tahun untuk negeri ini. Bukan cuma sebagai presiden, kata Burhanuddin, SBY terbukti sudah banyak mengabdi untuk bangsa dan negara sebagai prajurit militer.

"Setelah kami telusuri profesor dari USU, tepatnya Fakultas Pertanian, lebih lanjut ditelusuri pindahan dari NTT. Sepakat lah dilaporkan ke Polda Sumut. Supaya ditelusuri laporan ini," tegasnya.

Sebelumnya, Yusuf Henuk menyatakan siap menghadapi segala upaya yang akan dilakukan SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Partai Demokrat, bila mereka nantinya membawa permasalahan cuitan itu ke ranah hukum. Ia menganggap cuitannya itu permasalahan pribadi dengan SBY.

"Saya hadapi (proses hukum, bila dilaporkan ke polisi), bola panas itu. Ini masalah pribadi (antar) profesor," kata Yusuf saat dikonfirmasi VIVA.

Selain itu, Yusuf mengungkapkan sah-sah saja SBY akan melaporkan ke polisi. Namun, cuitan dia bukan menghina atau menyerang.

Tapi, mengoreksi apa disampaikan oleh SBY dan AHY yang dinilai menyudutkan pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Mereka melapor (ke polisi). Karena SBY masyarakat biasa. Saya tidak bilang dewan pembina Demokrat tidak ada. Tapi AHY saya ada bilang ada ketua Demokrat. Saya tunggu (laporan) mereka," tuturnya.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Yusuf Leonard Henuk, sebelumnya menyerang Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun Twitter-nya. Dengan kata-kata yang cukup keras, Yusuf mengkritik SBY dan menyebut SBY 'Bapak Mangkrak Indonesia'.

Cuitan tersebut dibuat oleh Yusuf pada Sabtu, 9 Januari 2021. Pada tulisannya Yusuf menanggapi cuitan dari jubir SBY Ossy Dermawan yang mem-posting berita daring yang berisi kritik SBY terhadap pemerintah mengenai pembangunan proyek strategis nasional.

Cuitan tersebut dituliskan ulang oleh Yusuf dengan menambahkan komentar yang meminta SBY agar tahu diri. Menurut Yusuf, SBY tak pantas mengajari Presiden Joko Widodo karena dianggap tak berhasil membangun proyek strategis nasional.

"Yth.@SBYudhoyono, tahu dirilah kau sudah mantan jadi jangan sok mengajari @jokowi soal pembangunan proyek strategis nasional, karena kau memang gagal&telah dijuluki: Bapak Mangkrak Indonesia," kata Yusuf dalam akun Twitter-nya.

Bahkan menurut Yusuf, Jokowi sudah cukup paham mengenai pembangunan proyek strategis nasional. Sehingga, SBY diminta tak perlu lagi mengajari Jokowi.

"Jadi tak pantas kau ajari @jokowi "ikan berenang", karena pasti malu kalipun kau, paham!," ujarnya. (ase)