Serang Polisi saat Ditangkap, Pencuri Ternak di Sumba Barat Daya Ditembak Mati

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur menembak mati seorang pencuri ternak. Pelaku selama ini meresahkan masyarakat sekitar dan meminta tebusan untuk ternak yang dicurinya.

Kapolres Sumba Barat Daya AKBP Sigit Harimbawan mengatakan, pelaku yang ditembak mati berinisial DL alias Dominggus (41). Warga Waiholo, Kecamatan Kodi Utara ini ditembak karena menyerang polisi menggunakan parang ketika akan ditangkap.

Penangkapan DL berawal dari laporan kasus pencurian ternak milik seorang warga Desa Wali Ate, Kecamatan Wewewa Barat, bernama Daniel Data Kii (48). Laporan korban dengan nomor LP/B/10/IV/Res SBD/Sek WB/Polda NTT dibuat pada 9 April 2022.

Pelaku Minta Tebusan

Sigit memaparkan, setelah beberapa hari mencuri ternak, DL menghubungi kerabat korban bernama Agustinus Dapa Loka (40). Dia meminta uang tebusan sebesar Rp21 juta agar ternak yang dicurinya itu dikembalikan.

"Agustinus menginformasikan ke Polsek Wewewa Barat guna mendapatkan bantuan dan pengamanan dari aparat kepolisian atas laporan polisi pencurian ternak," jelas Sigit, Senin (18/4).

Tim gabungan pun ke lokasi penyerahan tebusan yang disepakati dengan DL dan pemilik ternak.

Petugas Diserang dengan Parang

"Pada saat dilakukan upaya penangkapan, DL melakukan perlawanan dengan mencabut parang dan diayunkan pada salah satu anggota polisi," ungkap Sigit.

Namun, anggota kepolisian berhasil menghindar sehingga selamat dari ayunan parang pelaku, kemudian menembak pelaku.

"Karena ada tekanan dari rekan-rekan pelaku di lokasi, maka polisi tidak sempat mengamankan barang bukti berupa satu ekor kerbau milik korban yang dicuri pelaku," tutup Sigit. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel