Serang PSG karena Pertahankan Kylian Mbappe, Presiden La Liga Kena Counter Attack!

Bola.com, Jakarta - Presiden La Liga, Javier Tebas, cukup vokal melakukan protes ketika Kylian Mbappe batal ke Real Madrid dan menandatangani kontrak baru dengan Paris Saint-Germain (PSG). Buntutnya, Presiden La Liga itu sendiri harus mengalami serangan balik.

Javier Tebas meyakini PSG telah merusak dunia sepak bola dengan tawaran uang yang begitu besar untuk mempertahankan Kylian Mbappe.

Padahal awalnya Kylian Mbappe begitu dekat dengan kepindahannya ke Real Madrid. Tidak ada yang meragukan striker muda Prancis itu bakal meninggalkan Parc des Princes dan berlabuh di Santiago Bernabeu.

Namun, tiba-tiba Mbappe berubah pikiran setelah menerima tawaran terbaru PSG. Kabarnya PSG menawarkan gaji yang jauh lebih besar, biaya teken kontrak baru, dan wewenang lebih untuk Mbappe dalam internal tim.

Dengan demikian, Kylian Mbappe pun memutuskan meneken kontrak baru berdurasi tiga tahun. Real Madrid merasa dipermainkan, dunia sepak bola juga terkejut.

 

Javier Tebas Protes

Presiden La Liga, Javier Tebas, saat diskusi bersama 7 jurnalis dari Asia pada SPORTELAsia 2018, di Hotel Shangri-La, Singapura, Rabu (14/3/2018) malam.  (Bola.com/Rizki Hidayat)
Presiden La Liga, Javier Tebas, saat diskusi bersama 7 jurnalis dari Asia pada SPORTELAsia 2018, di Hotel Shangri-La, Singapura, Rabu (14/3/2018) malam. (Bola.com/Rizki Hidayat)

Javier Tebas terus mengkritik keputusan PSG mempertahankan Kylian Mbappe dengan menawarkan kontrak masif. Menurutnya, PSG telah merusak dunia sepak bola dengan nilai kontrak yang tidak normal.

"Yang dilakukan PSG saat memperbarui kontrak Mbappe dengan nilai sebesar itu, setelah mereka mengalami kerugian 700 juta euro dalam beberapa musim terakhir dan memiliki beban gaji lebih dari 600 juta euro, adalah sebuah penghinaan terhadap sepak bola," kata Tebas.

 

Manuver PSG Bikin Kesal

Presiden La Liga, Javier Tebas menilai Barcagate tidak hanya berpengaruh bagi Barcelona namun juga berimbas dan dapat merusak reputasi Liga Spanyol. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)
Presiden La Liga, Javier Tebas menilai Barcagate tidak hanya berpengaruh bagi Barcelona namun juga berimbas dan dapat merusak reputasi Liga Spanyol. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Manuver PSG di bursa transfer memang mendapat banyak sorotan. Sejak dikuasai oleh Nasser Al-Khelafi, PSG menjadi tim yang mampu mendatangkan banyak pemain top dengan iming-iming gaji selangit. Tapi, mereka aman dari sanksi Financial Fair Play.

Javier Tebas pantas kesal dengan aksi yang dilakukan PSG dan Al-Khelafi. Musim lalu, bintang utama La Liga yakni Lionel Messi 'dicuri' PSG. Di tengah kesulitan finansial yang dialami Barcelona, PSG sukses mengontrak Messi.

Kini Kylian Mbappe yang seharusnya bisa berlabuh di Real Madrid dan tampil di La Liga Spanyol, gagal karena manuver PSG dalam mempertahankannya.

Counter Attack untuk Javier Tebas

Presiden La Liga, Javier Tebas (kanan) saat menghadiri SPORTELAsia 2018, di Hotel Shangri-La, Singapura, Rabu (14/3/2018) malam.  (SportelAsia)
Presiden La Liga, Javier Tebas (kanan) saat menghadiri SPORTELAsia 2018, di Hotel Shangri-La, Singapura, Rabu (14/3/2018) malam. (SportelAsia)

Menariknya, kali ini Javier Tebas tidak bisa lolos begitu saja setelah mengeluarkan komentar kontroversial. Petinggi sepak bola Prancis, Vincent Labrune, membalas komentar Tebas bahwa La Liga juga tidak bersih.

"Dua klub Anda, Real Madrid dan Barcelona, telah memecahkan banyak rekor dalam satu dekade terakhir. Dalam hal transfer, dua klub ini telah memecahkan rekor dunia sebanyak enam kali," ujar Labrune.

"Dalam hal gaji pemain, saat ini Real Madrid memiliki dua pemain dengan gaji tertinggi di dunia yang duduk di bangku cadangan mereka. Dalam hal utang, Barcelona dikabarkan memilikinya sampai 1,5 miliar euro," lanjutnya.

 

Tidak Bisa Menerima

Laburne tampaknya sudah muak dengan komentar-komentar miring Javier Tebas. Dia pun kembali menegaskan dua raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona, juga telah melakukan sejumlah pelanggaran besar.

"Fakta bahwa Anda sudah berulang kali dan secara terbuka mengambil posisi melawan Ligue 1 tentang topik ini dan merendahkan liga kami jelas tidak dapat diterima dan jelas salah," ujar Labrune.

"Orang-orang juga belum lupa bahwa puncak masalah ketidakseimbangan sepak bola adalah munculnya European Super League baru-baru ini, yang masih dipertahankan oleh dua klub Anda," tutupnya.

Sumber: Sky Sports

Disadur dari: Bola.net (Richard Andreas, published 27/5/2022)

 

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel