Serangan Anti Asia di Amerika, 6 Perempuan Menjadi Korban Penembakan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Orang Amerika keturunan Asia atau Asia-Amerika kini sedang merasa terancam dan trauma akibat gelombang kebencian, kekerasan, dan retorika yang meningkat. Kejahatan kebencian anti-Asia meningkat 150 persen selama pandemi, menurut Pusat Studi Kebencian dan Ekstremisme di California State University, San Bernardino.

Banyak orang Asia-Amerika merasa terkena retorika berbahaya dari tokoh-tokoh nasional. Dan yang paling menonjol mantan Presiden Donald Trump, yang selama empat tahun memimpin terjadi peningkatan ketegangan rasial.

Bahkan pernyataan Trump yang menyebut virus corona sebagai “virus China” dinilai berpengaruh dalam meningkatnya kebencian rasial terhadap warga Asia-Amerika. “Ada banyak ketakutan di masyarakat bukan hanya karena kejahatan rasial tahun lalu, yang merupakan hasil dari pesan xenofobia seputar pandemi oleh mantan presiden,” ujar anggota parlemen Demokrat, Bee Nguyen, kepada Erin Burnett dari CNN, dikutip dari laman CNN pada Kamis (18/3).

Dan yang paling terbaru dan sangat membuat masyarakat Asia terpukul ialah pembunuhan delapan orang, termasuk enam perempuan Asia, di antaranya empat warga Korea Selatan, semakin menakutkan masyarakat Asia yang telah mendapat stigma buruk selama pandemi virus corona, virus yang pertama kali terdeteksi di China.

Melansir Voanews.com, pihak berwenang di negara bagian Georgia, AS, menangkap seorang pria Selasa malam setelah serangkaian penembakan yang menewaskan delapan orang tersebut, di daerah Atlanta.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan empat korban adalah keturunan Korea. Dalam sebuah pernyataan Rabu pagi, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan Presiden Joe Biden telah diberi pengarahan semalam tentang penembakan yang mengerikan dan pejabat Gedung Putih telah menghubungi kantor Walikota dan akan tetap berhubungan dengan FBI.

Serangan pertama terjadi di panti pijat di kota Acworth, sekitar 50 kilometer sebelah utara Atlanta. Pihak berwenang di sana mengatakan seorang penembak membunuh dua perempuan Asia, seorang perempuan kulit putih dan seorang pria kulit putih, dan juga melukai pria lain.

Sekitar satu jam kemudian, polisi di Atlanta menemukan tiga perempuan Asia tewas akibat luka tembak di spa kecantikan. Mereka kemudian menemukan perempuan Asia lainnya tewas karena tembakan di spa yang jaraknya sangat dekat.

Polisi mengatakan video pengawasan menunjukkan kendaraan tersangka di ketiga lokasi, dan mereka sangat yakin penembak yang sama bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Tersangka ditangkap

Ilustrasi Asia/dok. Unsplash Clay
Ilustrasi Asia/dok. Unsplash Clay

Setelah pengejaran di jalan raya, polisi kemudian menghentikan sebuah kendaraan sekitar 240 kilometer di selatan Atlanta dan menangkap Robert Aaron Long yang berusia 21 tahun.

Penembakan itu terjadi di tengah serangan lain terhadap orang-orang keturunan Asia di Amerika Serikat.Kelompok Stop AAPI Hate menyebut penembakan itu sebagai "tragedi yang tak terkatakan" bagi komunitas Asia-Amerika.

"Ada pola serangan baru-baru ini yang terdokumentasi terhadap komunitas kami, karena kami telah menerima hampir 3.800 laporan insiden kebencian di seluruh negeri sejak Maret 2020," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

#stopasianhate

#elevate women

#elevate women