Serangan Hama Belalang Meluas

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Hayon

TRIBUNNEWS.COM,ATAMBUA - Serangan hama belalang kumbara (berwarna hijau daun) yang sebelumnya hanya menyerang di lahan milik 9 petani, kini sudah meluas ke sekitar 20-an petani.

Bahkan serangan hama belalang yang semula masih jauh dari pemukiman penduduk, kini sudah mendekati rumah warga Tabean B.

Untuk mengendalikan penyebaran hama belalang ke lahan lain, saat ini tim pemantau dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Belu telah turun lapangan. Saat ini alat semprot dan obat-obatan sudah didorong ke lokasi serangan hama termasuk disiagakan posko di Tabean B.

Kepala Desa Tukuneno, Yohanes Son dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Belu, Remigius Asa, S.H, menjelaskan hal ini kepada Pos Kupang ketika dihubungi secara terpisah di Atambua, Rabu (1/2/2012).

Keduanya ditanyai soal perkembangan terakhir hama belalang yang menyerang tanaman padi dan jagung milik petani di Desa Tukuneno.

Kades Yohanes mengungkapkan, serangan hama belalang saat ini tidak bisa terbendung. Sejak Minggu (29/1/2012) hingga Rabu (1/2/2012) serangan hama belalang terus meluas ke lahan jagung petani.

Sampai saat ini serangan hama belalang di kebun milik petani yang berjumlah sekitar 20-an. Sebelumnya lokasi serangan jauh dari pemukiman penduduk, kini sudah mendekati pemukiman warga Tabean B.

"Serangan hama belalang terus meluas. Saat ini sudah hampir mendekati pemukiman warga. Petugas memang belum melakukan penyemprotan tapi 6 unit hand prayer dan obat-obatan sudah dibagikan kepada petani. Serangan hama belalang memang terus berpindah dari satu kebun ke kebun berikutnya," jelas Yohanes.

Sementara Kadis Pertanian dan Perkebunan Belu, Remigius Asa menjelaskan, terkait dengan bencana alam hama belalang di Tabean, pihaknya sudah menyiapkan posko di Tabean.

Langkah yang sudah diambil adalah memobilisasi tenaga, alat semprot dan obat-obatan termasuk meminta camat, kepala desa untuk menggerakan masyarakat bersama petugas mengendalikannya. Upaya ini dengan maksud melokalisir sehingga tidak berpindah ke tempat lainnya.

Diberitakan sebelumnya, hama belalang jenis kumbara (berwarna hijau daun) sejak Minggu (29/1/2012) menyerang tanaman jagung dan padi milik petani di Dusun Tabean B, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Belu.

Hama belalang dalam jumlah jutaan ekor itu masuk dari wilayah Kecamatan Biboki Anleu, TTU. Dalam tiga hari ini (Minggu-Selasa) hama belalang telah 'melahap' tanaman jagung dan padi milik 9 petani yakni, Fabianus Felix, Aloisius Silan, Damianus Edi, Andreas Seran, Benyamin Bere, Theodorus Liun, Goris Taek, Leonardus Taek dan Markus Fouk.

Diperkirakan serangan hama belalang akan meluas ke kebun-kebun lainnya di Desa Tukuneno.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.