Serangan Israel ke Iran Picu Perang Dunia III

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Peraih Nobel di bidang Sastra asal Jerman, Gunter Grass, memprediksi kemungkinan yang luar biasa atas aksi militer Israel terhadap Iran. Menurutya, serangan militer Tel Aviv terhadap Iran akan memicu apa yang disebut dengan Perang Dunia ke III.

"Jika Israel menyerang fasilitas nuklir Iran, mungkin dengan bom konvensional atau hulu ledak nuklir, maka akan memicu Perang Dunia ketiga," ungkap Grass yang dilansir dari Presstv, Jumat (6/4).

Ia juga menulis dalam puisinya yang kontroversial berjudul "What Must Be Said" yang diterbitkan koran lokal Jerman, Süddeutsche Zeitung, pada Rabu (4/4). Grass menyatakan keprihatinan atas konsekuensi dari kemungkinan serangan Israel terhadap Iran.

"Mengapa saya baru berkata sekarang, kalau kekuatan nuklir Israel juga telah membahayakan perdamaian dunia yang sudah rapuh? Karena, inilah yang harus dikatakan, ketimbang sudah terlambat untuk mengatakannya besok," sindir Grass dalam tulisannnya.

Grass juga mengatakan dalam puisinya pada Kamis (5/4),"Israel lah yang layak dipanggil 'kekuatan nuklir'. Dimana pernyataan ini adalah tabu di Jerman, dan aku memilih tidak ingin bergabung dalam 'keheningan umum' atas fakta ini."

Sontak puisi Grass ini telah membuat Israel kebakaran jenggot. Kedutaan Israel di Berlin mengeluarkan pernyataan pada Rabu yang mengatakan,"Israel tidak siap menanggung tuduhan Gunter Grass itu."

Grass memenangkan Hadiah Nobel pada 1999. Novelnya yang diluncurkan 1958, berjudul 'The Tin Drum', adalah dakwaan dari pola pikir Jerman di era Nazi. Grass adalah intelektual yang berani menyerang Israel atas puisi kontroversial barunya.

Nobelist ini telah menyampaikan bagaimana serangan Israel selalu mematikan terhadap warga sipil. Puisi Grass ini cukup beralasan. Karena, Israel adalah satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah yang tidak pernah mengizinkan inspeksi fasilitas nuklir miliknya. Israel juga menolak bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT).

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.