AS: Serangan Orang Dalam Afghanistan Adalah ‘Upaya Baru’ Taliban

Tokyo (AFP/ANTARA) - Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta pada Senin mengatakan serangan orang dalam pada pasukan NATO di Afghanistan adalah sebuah taktik “baru” pemberontak Taliban yang tidak mampu merebut kembali daerah kekuasaan yang hilang.


Komentarnya datang setelah akhir pekan yang mana enam pasukan NATO tewas dalam serangan yang nampak jelas merupakan serangan orang dalam, dan tampaknya mengontradiksikan para komandan di lapangan, yang mengatakan bahwa sebagian besar serangan merupakan akibat dari konflik-konflik kebudayaan.


“Ini adalah gaya pendekatan Taliban, mirip dengan penggunaan IEDS (alat peledak rakitan),” kata Panetta dalam sebuah kunjungan di Tokyo.


Dia mengatakan “terus terang serangan itu semacam upaya baru untuk tidak hanya menargetkan pasukan kita tapi juga berupaya untuk membuat kekacauan.”


Pemberontakan islamis harus menggunakan taktik tersebut karena “mereka tidak mampu mendapatkan kembali salah satu wilayah mereka yang hilang.”


Militer AS menganggap ancaman tersebut secara serius dan berencana melakukan langkah-langkah lebih lanjut untuk melindungi pasukan di Afganistan, katanya dalam sebuah konferensi pers bersama dengan sejumlah oposisi Jepang.


Namun, Panetta bersikeras bahwa beberapa serangan oleh pembelot itu tidak akan memaksa perubahan dalam strategi perang, yang mengawasi pasukan Afghanistan sebelum mereka mengambil alih keamanan seluruh negeri itu pada akhir 2014 – membuka jalan untuk penarikan pasukan tempur NATO. (kn/ik)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.