Serangan Pasukan Azerbaijan Bantai Tentara Armenia di 5 Kota

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Situasi di Nagorno-Karabakah (Artsakh) semakin memanas setidaknya dalam dua hari terakhir. Operasi militer Angkatan Bersenjata Azerbaijan dilancarkan di lima kota sekaligus, untuk memukul posisi pasukan Angkatan Bersenjata Armenia yang didukung oleh tentara pemberontak Pasukan Pertahanan Artsakh.

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Trend.az, Kementerian Pertahanan Azerbaijan menyatakan jika pertempuran terjadi di lima kota, Aghdara, Khojavand, Fizuli, Zangilan, dan Gubadli.

Otoritas Azerbaijan juga memastikan, pasukan Armenia lah yang lebih dulu melakukan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata. Militer Armenia dianggap melakukan serangan ke pemukiman sipil di lima kota tersebut, sehingga langkah balasan pun diambil untuk membalas tindakan itu.

Sejumlah tentara Armenia tewas akibat serangan pasukan Azerbaijan di lima kota tersebut. Tak hanya itu, sejumlah kendaraan lapis baja, tank, dan artileri perang juga ikut hancur.

"Operasi militer terus berlanjut, terutama di arah depan Aghdara, Khojavand, Fizuli, Zangilan, dan Gubadli. Upaya Armenia untuk menyerang benar-benar ditekan dan mundur dengan menderita kerugian," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Azerbaijan.

"Berkat tindakan pembalasan yang diambil terhadap Angkatan Bersenjata Armenia di berbagai arah garis depan, di antara prajurit Armenia ada yang tewas dan terluka. Beberapa unit peralatan militer dihancurkan," lanjut pernyataan pernyataan itu.

VIVA Militer melaporkan dalam berita sebelumnya, ada sekelompok tentara Armenia yang sudah tiga hari dilanda kelaparan di wilayah Armavir. Sejumlah tentara Armenia sama sekali tak memiliki bahan makanan, air minum, dan dibiarkan begitu saja tanpa pertolongan.

Ternyata, pasukan Azerbaijan memang sengaja menghancurkan kendaraan-kendaraan militer yang berisi pasokan makanan hingga amunisi. Oleh sebab itu, sejumlah tentara yang tercecer di garis depan mengalam kelaparan dan kehausan, hingga kekurangan amunisi untuk berperang.

"Diketahui bahwa pengurangan besar-besaran jumlah kendaraan militer Armenia menyebabkan masalah dengan pasokan makanan, senjata, dan amunisi ke unit-unit di garis depan," lanjut pernyataan Kementerian Pertahanan Azerbaijan.

Baca juga: Fantastis, Upah Tentara Bayaran Turki di Perang Azerbaijan Terkuak