Serangan Peretas Bermotif Ekonomi

TRIBUNNEWS.COM   BANDUNG, - Serangan peretas (hacker) menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia saat ini. Serangan tersebut tidak bisa dianggap remeh, karena semua situs internet milik pemerintah di Indonesia sudah pernah diserang peretas. Bahkan situs Mabes Polri sekalipun pernah diserang, dan situs Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pernah lumpuh dua pekan gara-gara diserang peretas.

Menteri Kominfo, Tifatul Sembiring mengatakan, jumlah serangan ke situs milik pemerintah mencapai 3 juta kali dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Belum lagi situs milik institusi swasta dan lainnya.

"Dari serangan yang terjadi kami melihat rata-rata motivasinya soal ekonomi dan pertahanan keamanan. Mungkin ingin mencuri data, mengkopi data, mungkin juga persaingan usaha," ujar Tifatul di sela-sela acara National Security Day dengan tema Tren Ancaman Keamanan Infrastruktur Internet 2012 di Hotel Hilton Bandung, Selasa (27/11/2012).

Tifatul mengatakan, Kemenkominfo telah membentuk tim khusus untuk mengatasi hal ini. Tim tersebut diberi nama Indonesia Security Insiden Respons Team on Internet Infrastructure Coordinator Center (Id SIRTII CC). Melalui tim itu bisa terdeteksi dari mana asal serangan dan ke mana tujuannya. Karena itu terdeteksi, dari jutaan serangan peretas ke situs di Indonesia sebagian besar berasal dari Cina. Namun demikian, serangan dari negara lain juga ada, seperti Eropa, Amerika, Malaysia, Singapura dan lainnya. Bahkan dari dalam negeri juga ada.

Atas serangan hacker ini, kata Tifatul, setiap pemilik situs internet diharapkan melakukan upgrade secara berkala. Pembaharuan penting dilakukan, karena setiap program yang digunakan memiliki kelemahan yang bisa menjadi celah hacker melakukan penyerangan.

Ketua Id SIRTII CC, Rudi Lumanto mengatakan, setiap harinya serangan terhadap situs strategi di Indonesia mencapai 120.000 kali. Serangan itu mayoritas berasal dari sejumlah negara Asia. "Dari jumlah itu, 4.500 serangan merupakan serangan baru," katanya.

Pada umumnya modus yang digunakan peretas adalah menggunakan SQL-injection.Yang menjadi sasaran, kata dia, situs milik pemerintah yang berdomain go.id dan instansi swasta yang bergerak di bidang ekonomi.(roh)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.